|
Kias
Fansuri [dengar]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh loloq
© 1998 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Tak
sempat dipapas / Hidangan ku habis / Bila ku terpandang
/ Dia melangkah masuk hendak menjamu selera / Geletar
lututku / Di belakang tabir / Bila ku terdengar / Namaku
dipanggil / Dia matanya merah menyala / Dia... hadiahkan
tubuhku / Tujuh lacutan pedang saktinya / Dia... / Jangan
sesekali kau ceritakan / Pengalamanmu Yusuf / Takut-takut
mengundang bencana / Siapa tahu / Betapa berat cinta
yang ditanggung / Sehingga dia sanggup lakukan / Biar
apa saja demi mendapatkan / Restu Sultan cahaya hatinya
/ Tak sia-sia azam Zulaikha / Bisa jadi cermin mengintai
jiwa / Tak sia-sia mimpi Zulaikha / Bisa jadi lorong
insan bercinta / Bisikan memujuk / Memupuk nurani /
Lalu terbukalah / Pintu yang menghijap / Dia... / Aku
kenal dia lama dahulu / Dia... / Yang melamarku dalam
mimpi / Kias fansuri / Mawar berduri / Kias fansuri
/ Lembah yang sepi / Kias fansuri / Madah bersari /
Kias fansuri / Langit yang tinggi.
Andalusia
[dengar]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh Loloq
© 1998 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Cahayamu
bagai sabitah / Doaku kau sejahtera / Biar warna kubah-kubahmu
kian pudar / Untukmu setanggi ini kubakar / Cahayamu
sediakala / Aku rindukan zaman kebangkitan / Pabila
nurani bersulamkan fikiran / Seganding dan bersatu /
Lafaz niatku bertemu / Cahayamu tiada tara / Pohon salamku
pada fakir-fakirmu Andalusia / Pohon izinkanlah aku
menyelami irama asyikmu / Pohon ku dipinjamkan gabus
dan ghazalmu jadi azimat / Supaya dapat aku tari menongkah
arus / Sahutlah Andalusia / Apakah sudah kering lautan
darah / Yang tertimbus di bumi Alhambra / Ataupun masih
bergelora menanti saat / Melimpah mengikut mata air
/ Antal hadi antal haqqu / Laisal hadi Ilaahu.
|