|
Rupa
Tanpa Wajah [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1986 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Damaikanlah
jiwa ini / Dalam kesangsian ku terus kembara / Aku hanya
manusia / Pasti ada yang dapat ku perlakukan / Sebelum
ku pergi / Tiada apa yang ku pinta / Dalam dunia yang
banyak meminta / Aku hanya manusia / Sekadar kebebasan
sangat berharga / Maka itu aku terpesona / Pada keindahan
warna pelangi / Rupa tanpa wajah / Bermain di mata /
Berjalan tanpa ikut haluan / Wajah pura-pura / Bertopengkan
wira / Menari tanpa ikut irama / Terpersona / Pada keindahan
warna pelangi.
Siapa
Orang Kita [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1986 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Manakah
teman-temanku / Yang sama berjuang dahulu / Hilang sudah
/ Kebendaan menggelapkan / Lupa dengan perjuangan /
Lupa sudah / Manakah semangat dulu / Atau hanya helahmu
/ Hanya palsu / Siapa! / Siapa orang kita / Mana! /
Mana orang kita / Hela! Hela! / Nafasku hela / Kita
harus bertemu / Buat rencana baru / Kita satu.
Balada
Pemusik Jalanan (persembahan Search)
[dengar]
Lagu
oleh Zainol Ali dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1986 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Jeritan akordian tua
/ Merayap di udara / Meniti di hati manusia / Yang berjalan
di kaki lima / Berkacamata hitam / Berdendang lagu ehsan
/ Dari kalbu sang insan / Si pemuzik jalanan / Dengan
seribu impian / Berpandukan naluri / Setajam mentari
/ Walau dunia gelap gelita / Namun terang cahaya hatinya.
Duit!
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Ada yang panggil ringgit
/ Ada yang panggil dollar / Ada yang panggil baht /
Ada yang panggil rupiah / Semua ini duit / Bikin orang
belit / Duit! Duit! / Di mana kau duit / Duit! Duit!
/ Hutangku membukit / Ada yang benci duit / Ada yang
cinta duit (bikin perut buncit) / Skandal sana sini
/ Punca semua duit / Cari duit halal / Agar jangan kesal
/ Duit! / Duit! duit! duit! / Duit! / Duit beli duit
/ Duit! / Duit! duit! duit! / Duit! / Buat beli cinta
/ Ramai orang yang berkata / Duit punca banyak dosa
/ Jangan sampai makan rasuah / Nanti bangsa jadi musnah
/ Zaman ini zaman duit / Tak ada duit diri tercepit
/ Tapi jangan jadi hamba duit / Nanti musnah diri sendiri.
Sesat
Di Kuala Lumpur [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1986 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Sesat di Kuala Lumpur
/ Dosa dan pahala bercampur / Tapi kita perlu hidup
/ Kita perlu terus hidup / Terima kasih tuan dan nyonya
/ Doa sejahtera kami pohonkan / Pada Tuhan Maha Kuasa
/ Tuhan Maha Kuasa / Mungkin kita kan temui kebahagiaan
/ Di Kuala Lumpur / Dan mungkin kita akan kecewa / Mungkin
kita akan jadi kaya dalam lumpur / Mungkin kita akan
terpedaya / Sesat di Kuala Lumpur / Dosa dan pahala
bercampur / Tapi kita perlu hidup / Kita perlu terus
hidup / Terima kasih tuan dan nyonya / Doa selamat kami
pohonkan / Pada Tuhan Maha Kuasa / Tuhan Maha Kuasa
/ Mungkin ada jalan di Kuala Lumpur / Jalan bahagia
/ Mungkin kita akan kecewa / Mungkin kita akan jadi
alpa serta lupa / Dan Mungkin kita kan terpedaya / Mungkin
kita akan jadi kaya serta lupa / Mungkin kita lupa pada
asalnya.
Di
Manakah Dikau
[dengar]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh Bakri Johari
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Dalam
sepi dan bisu / Terpaku langkahku / Terbaring dalam
duka / Menyiksa batinku / Sehari mengharum / Indah di
jambangan / Tapi sekelip mata / Musnah dari pandangan
/ Di dalam sunyi / Wajahmu terus menghilang / Berganti
pada / Wajah senja yang malang / (Aku yang malang, oh
sayang) / Tinggallah aku / Dalam kebingungan / Tinggallah
aku / Dalam kedahagaan / Di manakah dikau / Di manakah
dikau sayang / Aku dalam kesunyian.
Citak
Rompak
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Siang
malam peras kepala / Untuk menghasilkan sebuah karya
/ Tapi alangkah sedih di hati / Jika kerjanya tidak
dihargai / Andai terjadi pada diri anda / Apakah agaknya
yang dirasa / Banyak modal sudah ditanam / Melibatkan
ramai pekerja / Tapi bila masa memungut hasil / Alangkah
kesal wangya tak setimpal / Andai terjadi pada diri
anda / Apakah agaknya yang dirasa / Citak rompak / Menghampakan
seni negara / Citak rompak / Kita harus membasmikannya
/ Citak rompak / Adalah satu kerja salah / Citak rompak
/ Oh! inilah masanya / Oh! untuk kita bertindak / Dan
harus bekerjasama / Tidak kira corak ciptaan / Lagu,
buku mahupun filem / Patutkah kita yang berpenat lelah
/ Orang lain yang memungut untungnya / Andai terjadi
pada diri anda / Apakah agaknya yang dirasa / Memanglah
seni kebanggaan / Wang bukan perkara utama / Tapi jikalau
tanpa wang / Apa dapatkah kita teruskan / Andai terjadi
pada diri anda / Apakah agaknya yang dirasa.
Balada
Osman Tikus
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1986 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Hey brother! / Bukan
aku nak mengada-ngada / Tapi kau tahu aku pun / Punya
rasa / Ha-ha-ha-haru / Tak peduli aku tetap aku / Tak
peduli apa katamu / Orang boleh kaya dengan menipu /
Hey brother! bagaimana aku / Kau nak halang aku / Halang
mereka dulu / Tiada undang-undang / Dalam hutan batu
/ Ha-ha-ha-haru / Aku akan lari kalau kena kejar / Siapa
yang bijak jadi orang besar / Jangan kau sedih, jangan
gusar / Hey brother! kita mesti terus hidup / Ha-ha-ha-haru
/ Hey aku hidup tanpa subsidi / Tak tahu besok hidup
atau mati / Jangan sedih, jangan gusar / Hey brother!
kita mesti terus hidup / Ha-ha-ha-haru.
Harapan
Terakhir [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Sampai
begini hatimu / Meninggalkan ku sendiri / Dalam gelora
kerinduan / Tinggal secebis harapan / Hanya tinggal
harapan / Belum ku kenal hatimu / Berikanlah daku waktu
/ Apa salah dan dosaku / Hingga kau pergi menjauh /
Kembali / Kembalilah sayang / Kembalilah segera / Harapan
terakhir ini / Ku sandarkan padamu / Sambutlah tanganku
ini / Agar hilang hati pilu / Bersama menuju cita /
Impian kan jadi nyata.
|