|
Di
Manakah Dikau [dengar]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh Bakri Johari
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Dalam
sepi dan bisu / Terpaku langkahku / Terbaring dalam
duka / Menyiksa batinku / Sehari mengharum / Indah di
jambangan / Tapi sekelip mata / Musnah dari pandangan
/ Di dalam sunyi / Wajahmu terus menghilang / Berganti
pada / Wajah senja yang malang / (Aku yang malang, oh
sayang) / Tinggallah aku / Dalam kebingungan / Tinggallah
aku / Dalam kedahagaan / Di manakah dikau / Di manakah
dikau sayang / Aku dalam kesunyian.
Harapan
Terakhir [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Sampai
begini hatimu / Meninggalkan ku sendiri / Dalam gelora
kerinduan / Tinggal secebis harapan / Hanya tinggal
harapan / Belum ku kenal hatimu / Berikanlah daku waktu
/ Apa salah dan dosaku / Hingga kau pergi menjauh /
Kembali / Kembalilah sayang / Kembalilah segera / Harapan
terakhir ini / Ku sandarkan padamu / Sambutlah tanganku
ini / Agar hilang hati pilu / Bersama menuju cita /
Impian kan jadi nyata.
Hujan
Rindu
[dengar]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Hujan rindu landa kalbuku
/ Waktu sepi waktu bermimpi / Daku jauh dalam perantauan
/ Namun kasih mekar subur / Dalam hati / Sambutlah salam
kerinduan / Dalam setiap titis hujan / Katakan pada
rembulan / Engkau masih tetap setia / Seribu wajah kota
/ Dengan sejuta kata / Takkan sama bisikan cintamu /
Tunggu sampai aku pulang / Duhai sayang.
Gadis
Berpurdah Hitam [dengar]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Melintasi lampu isyarat
/ Di bawah bangunan berpuluh tingkat / Di tengah-tengah
kota yang megah / Sedang aku mencari erti / Apa itu
indah / Apa itu suci / Lalu melintas gadis berpurdah
hitam / Inginku tanya kemana arahnya / Mungkinkah ada
jawapan di sana / Sampaikan, / Sampaikan utusan mulia
/ Sampaikan, / Sampaikan itu jawabnya / Duhai gadis
berpurdah hitam / Lambang keimanan / Cahaya kesucian
/ Bawalah aku ke arah tujuan / Ertinya indah kalau beribadah
/ Ertinya suci bersihkan diri.
Putar
Alam
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Kalau bertemu seorang
yang berkumis / Bijak bercakap dengan mulut yang manis
/ Pakai safari dan bersepatu putih / Bergigi emas minyak
wangi sebaldi / Dia putar alam! / Ada saja pelan dalam
kepala / Hendak memutar cara bagaimana / Modal tak pakai
tapi untung besar / Tipu muslihat jalan paling "selamat"
/ Jaga-jaga / Dia putar alam! / Apa pun boleh dijual
baginya / Asal saja ada yang nak kena / Hati-hati kawan
kalau keluarkan duit / Mungkin dia orang yang dimaksudkan
/ Jaga-jaga / Dia putar alam!
Rozita
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Lemparkan pandanganmu
/ Pada cahaya mentari / Mungkin kau kan mengerti / Akan
misteri hidup ini / Lupakah pada janjimu dulu / Kan
pulang pada tempat asalmu / Rozita kau jelita / dan
gayamu mempersonakan / Gerakmu memerangsangkan / Tapi
bisa meruntuhkan iman / Penggoda jangan dekat padaku
/ Penggoda aku takut kan jatuh / Apa maksudmu dengan
isyarat itu / Gerak bagai ular sawa / Senyum di bibirmu
sungguh berhantu / Siapa saja yang tergoda / Akan ikut
ke rumah / Kau penggoda / Jaga-jaga! Jangan sampai kecewa
/ Rozita! Rozita! / Tak tahu mengapa kau begini / Pasti
ada sebabnya / Walau apapun yang telah terjadi / Jangan
aku, / Ku tak mahu engkau jadikan mangsa / Kau penggoda
/ Jaga-jaga! jangan sampai kecewa.
Balada
Pelaut Derita [dengar]
Lagu
oleh Mohd. Shah Othman dan Lirik oleh Salim
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Akulah pelaut derita
/ Hidup dihempas ombak samudera / Namun tak ku hiraukan
semua / Cobaan yang melanda / Pada hidup seorang pelaut
/ Pusaka peninggalan ayahku / Hanya sebuah harmonika
tua / Namun masih bisa menghiburkan / Bila kesedihan
/ Mengenangkan di rantauan / Di mana tanah yang ku jejaki
/ Di situlah tempat ku panggil rumah / Aku hanyalah
sebatang kara / Mengadu nasib pada yang kuasa / Lihatlah
teman-temanku / Sang angin dan laut / Ku berdiri di
samping kemudi yang setia / Cinta yang jauh berbatu
/Hatiku rindu bertambah pilu / Adakah dia masih sayang
/ Bagaimana aku mengenangkannya.
Mencurah
Janji Di Daun Keladi
[dengar] / [dengar
versi 1995]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Dengan mudah kau lepaskan
kata-kata / Hingga aku terpesona / Dibuai gelora cinta
dan asmara / Gitu halus, lembut dan indah sekali / Rupa-rupanya
diselimuti duri / hingga aku dikau lukai / Butakah aku
dalam cinta / Hingga aku diperbudak-budakkan / Miskinkah
aku dalam cinta / Hingga menjadi barang buangan / Tahulah
aku sekarang / Siapa kau sebenarnya / Tiada aku sangka
sama sekali / Kau hanya mencurah janji di daun keladi
/ Sungguh tak bererti.
Panorama
Jingga [dengar]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Oh! Terbayang nyiur melambai
/ Memanggil aku pulang / Terbayang kampung halaman /
Oh! Terkenang / Bagai sebuah lukisan tiada bertepi /
Terpamer indah di sudut hati / Jingga warnanya / Tersangkut
bulan sabit / Di puncak rumbia indah cahaya / Menyinari
paya desa tercinta / Anak dagang di rantauan / Di tengah
kota besar / Dengan cita-cita tinggi / Setinggi daya
bumi / Mencuba nasib mainan 'nak muda / Kalau tak cuba
takkan ke mana / Jingga hatiku jingga / Di waktu senja
/ Di tengah kota / Rindu pada desa / Rindu pada orang
di sana.
Duit!
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1985 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Ada yang panggil ringgit
/ Ada yang panggil dollar / Ada yang panggil baht /
Ada yang panggil rupiah / Semua ini duit / Bikin orang
belit / Duit! Duit! / Di mana kau duit / Duit! Duit!
/ Hutangku membukit / Ada yang benci duit / Ada yang
cinta duit (bikin perut buncit) / Skandal sana sini
/ Punca semua duit / Cari duit halal / Agar jangan kesal
/ Duit! / Duit! duit! duit! / Duit! / Duit beli duit
/ Duit! / Duit! duit! duit! / Duit! / Buat beli cinta
/ Ramai orang yang berkata / Duit punca banyak dosa
/ Jangan sampai makan rasuah / Nanti bangsa jadi musnah
/ Zaman ini zaman duit / Tak ada duit diri tercepit
/ Tapi jangan jadi hamba duit / Nanti musnah diri sendiri.
|