|
Nusantara
[dengar] / [dengar
versi 1995]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Dalam
iklim tropika / Wujud ribuan pulau / Yang penuh dengan
keindahan alam maya Nusantara / Insan beratus juta /
Walau lain bicara / Namun masih satu budaya bangsa /
Jati Nusantara / Luas terbentang ladang / Untuk kita
berjuang / Subur bumi suburlah jiwa / Pertahankan hak
kita / Kulit warna sawo matang / Adat resam pegangannya
/ Gotong-royong satu amalan / Indah budi bicara / Marilah
bersatu padu / Dengan semangat Nusantara / Hidup generasi
baru / Kekal selamanya.
Citak
Rompak
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Siang
malam peras kepala / Untuk menghasilkan sebuah karya
/ Tapi alangkah sedih di hati / Jika kerjanya tidak
dihargai / Andai terjadi pada diri anda / Apakah agaknya
yang dirasa / Banyak modal sudah ditanam / Melibatkan
ramai pekerja / Tapi bila masa memungut hasil / Alangkah
kesal wangya tak setimpal / Andai terjadi pada diri
anda / Apakah agaknya yang dirasa / Citak rompak / Menghampakan
seni negara / Citak rompak / Kita harus membasmikannya
/ Citak rompak / Adalah satu kerja salah / Citak rompak
/ Oh! inilah masanya / Oh! untuk kita bertindak / Dan
harus bekerjasama / Tidak kira corak ciptaan / Lagu,
buku mahupun filem / Patutkah kita yang berpenat lelah
/ Orang lain yang memungut untungnya / Andai terjadi
pada diri anda / Apakah agaknya yang dirasa / Memanglah
seni kebanggaan / Wang bukan perkara utama / Tapi jikalau
tanpa wang / Apa dapatkah kita teruskan / Andai terjadi
pada diri anda / Apakah agaknya yang dirasa.
Keroncong
Untuk Ana [dengar]
/ [versi
1995] / [versi 1997]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Benarkah tiada bagiku
/ Ruang di hatimu untukku bertapak / Walaupun sejengkal
jari / Agar dapat ku berdiri / Di ambang pintumu / Kemana
hilangnya keroncong / Oh cinta yang kita nyanyikan bersama
/ Atau pun aku yang bersalah / Hanya menepuk tangan
sebelah saja / Ana / Tiada ku sangka akhirnya / Kau
tutup semua pintu cinta untukku / Hingga ku termenggu
/ Tiada arah nak ku tuju / Membawa hatiku.
Warung
Sederhana
[dengar]
Lagu
oleh A. Ali dan Lirik oleh M. Nasir
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Goreng pisang! Goreng
pisang! / Cita-citaku mungkin besar / Tapi tiada modalnya
/ Lalu ku pilih jalan sederhana / Untuk berniaga / Pisang
tanduk / Pisang kepok / Tepung beras / Minyak kacang
/ Siang dan malam aku berusaha / Demi cita yang menyala
/ Warung sederhana ku beri nama / Kampung Bahru tempatnya
/ Lebih tekad dari modal / Dasar ekonomi baru / Lebih
cita dari khayalan / Baru kita boleh maju / Kata orang
dikit sedikit / Lama-lama jadi bukit / Inilah prinsip
peganganku / Yang ingin terus maju.
Untuk
Dunia Yang Lebih Bahagia
[dengar]
Lagu
oleh A. Ali dan Lirik oleh M. Nasir
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Kau mahu begini / Kau
mahu begitu / Semua turut katamu / Tapi caramu aku tidak
setuju / Kau coba merubah / Jiwaku untukmu / Sedangkan
kau tidak tahu / Soal jiwa yang sungguh halus dan peribadi
/ Kau mahu semuanya menurut polisi / Biarkan aku begini
/ Asal tidak menyusahkan orang lain / Walau apa pun,
/ Jangan aku dipaksa / Pasti dunia akan lebih bahgia
/ Jika kita saling memahami sama sendiri / Tentu takkan
jadi susah begini.
Impian
Anak Jalanan
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Kau mampu patahkan sayapku
/ Kau mampu tambatkan kedua kakiku / Tapi kau tak akan
dapat / Mematahkan semangatku untuk hidup / Lampu neon
di gedung indah / Hanya pemikat mata yang tergoda /
Tapi aku kan tetap berjalan / Menuju tujuanku di sana
/ Berdendang anak jalanan / Berdendang dengan rentak
kehidupan / Ku mohon perlindunganMu Yang Esa / Aku dan
mereka sama / Punya hati dan punya cita-cita / Kota
ini tempat ku belajar erti hidup / Ku tinggalkan kampung
halaman / Ku tinggalkan semua yang ku sayang / Demi
masa depan yang cemerlang / Semoga aku diberi pedoman.
Lindungilah
Kami
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Siapa yang sanggup menjadi
teman / Padaku kamu katakan kawan / Dalam dunia yang
serba rumit ini / Adakah kau sudi / Siapa yang mahu
berganding bahu / Bersamaku kita bena hidup baru / Yang
jauh dari kepura-puraan / Dan sikap keakuan / Mungkinkah
di sini kita bermula / Dari hati dan cita-cita yang
sama / Aku yakin andai adanya cinta / Kita kan berjaya
/ Walau dunia berubah / Dan insan bertambah kemahuannya
/ Tapi sejarah mengajar kita / Bahawa tiada yang kekal
selamanya / Ku sedari ini / Ku pohon padaMu / PadaMu
Ilahi / Lindungilah kami.
Benteng
Selera
[dengar]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Mari kita berkunjung
ke benteng selera / Letaknya di tengah-tengah kota /
Makanannya sungguh istimewa / Pilih saja sajian kesukaan
anda / Dari utara hingga selatan / Semua disaji untuk
dimakan / Teruna dara mengenyit mata / Mungkin pedas
atau sengaja / Benteng... / Rojak bandung, air bandung
/ Jangan termenung / Benteng... / Nasi ayam, soto ayam
/ Lepaskan geram / Jika bermalam di Kuala Lumpur / Jangan
lupa ke benteng selera / Benteng... / Roti canai, roti
burger / Makanan segera / Benteng... / Sana satay, sini
satay / Asal bahagia.
Kutu
[dengar]
Lagu
oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Ku capai jeket biru usang
/ Keluar dari pintu belakang / Menuju tempat bersembang
/ Cerita bukan kepalang / Berpidato sepanjang malam
/ Hingga pandangan menjadi kelam / Komen sana komen
sini / Sudah nasib hidup begini / Bukan semua orang
mengerti / Jika aku berpakaian begini / Seluar denggeri
berwarna biru / Sepatu getah oh! budaya kutu / Lebih
bercakap dari berkerja / Releks katanya / Ku tidak rumitkan
fikiran / Bersembang jadi kegemaran / Kalau bosan duduk
rumah / Jumpa di kompleks beli belah / Tak tahu mengapa
ku begini / Mungkin ini kesan kemajuan / Tapi apapun
terjadi / Nasibku di tangan sendiri.
Kupu-Kupu
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh M. Nasir
© 1984 Warner Chappell Music (M) Sdn. Bhd.
Bayangkan kau seekor
kupu-kupu / Sedang berterbangan dalam sebuah taman /
Kau tak tahu akan nasibmu / Kau hanya terbang mencari
madumu / Dulunya kau buta / Tak tahu / Dalam kepompongmu
/ Dalam kepompongmu / Kini lihatlah semua / Lihat sekelilingmu
/ Lihat sekelilingmu / Warna sayapku mungkin gemerlap
/ Indah mata memandang bila ku terbang / Tapi hanya
masa akan menentukan / Bila ku dijadikan perhiasan dinding
/ Aku kecil dan tak berkuasa / Ku tak berkuasa / Ku
tak berkuasa / Namun mataku tak dapat terlindung / Dari
melihat akan kecurangan / Yang benar tetap benar / Walau
dipertikaikan / Yang salah tetap salah / Walau diselindungkan
/ Dari itu jangan kau tangkap aku / Aku di sini hanya
sementara waktu.
|