Ebiet G. Ade
Lebih canggih dilihat menggunakan skrin 800x600 ke atas dan IE5+ ke atas













Lompat

 

Muzik Nusantara

Kandung

RuangMaya M. Nasir & Kembara
M. Nasir & Kembara

RuangMaya Ebiet G. Ade
Ebiet G. Ade

Sumbangsih - Kumpulan Lagu Malar Segar Sumbangsih

Lagu Raya Sepanjang Zaman
Lagu Raya


Klik sini untuk menurunkan RealOne
This site is RealMedia enhanced

Hantar E-Mel
Warkah-E

Forum Muzik Nusantara
Komen



Bahasa Langit
2001 P. T. BMG Music.

Bahasa Langit

..... Tatkala Letih Menunggu
..... Kau Rengkuh Mentari Kau Dekap Rembulan
..... Rindu KehadiranMu
..... Sketsa Wajah Buram
..... Titip Rindu Buat Ayah
..... Ingin Kupetik Bintang Kejora
..... Bias Warna
..... Bahasa Matahari
..... Nyanyian Getir Tanah Air

..... kembali ke senarai album

Tatkala Letih Menunggu [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©2001 P. T. BMG Music Indonesia.

Menunggu ada kalanya terasa mengasyikkan / Banyak waktu kita miliki untuk berfikir / Sendiri sering kali sangat kita perlukan / Meneropong masa silam yang telah terlewat / Mungkin ada apa yang kita cari / Masih tersembunyi di lipatan waktu yang tertinggal / Mungkin ada apa yang kita kejar / Justru tak terjamah saat kita melintas / Menunggu lebih terasa beban yang membosankan / Banyak waktu kita terbuang tergilas cuaca / Sendiri seringkali sangat menyakitkan / Meneropong masa depan dari sisi yang gelap / Mungkin ada apa yang kita takuti / Justru telah menghadang di lembaran hari-hari nanti / Mungkin ada apa yang kita benci / Justru telah menerkam menembusi seluruh jiwa kita / Memang seharusnya / Kita tak membuang semangat masa silam / Bermain dalam dada / Setelah usai mengantar kita tertatih-tatih sampai di sini.


Kau Rengkuh Mentari Kau Dekap Rembulan [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©2001 P. T. BMG Music Indonesia.

Rambutmu tergerai ditiup angin / Seperti gelombang di samudera / Kau berdiri di padang sahara / Tubuhmu kotor mandi keringat / Matamu tajam seperti elang / Kau menangkap kilau ke dalaman / Kau rengkuh mentari / Kau sirami tubuhmu dengan kemilau cahaya / Terpancar ke seluruh penjuru jagat raya / Kau dekap rembulan / Kau lumuri wajahmu dengan sinar keteduhan / Menyelimuti bumi beserta isinya / Kami menangis merinduimu / Kami merintih mencintaimu / Dalam doa ku selalu memuja / Keselamatanmu dan sahabat / Serta seluru umat di dunia.


Rindu KehadiranMu [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©2001 P. T. BMG Music Indonesia.

Betapapun jauhnya aku mengembara / Tak dapat ku lepaskan / SuaraMu berbisik lewat ke dalaman jiwa / Ketika ombak di lautan melambung memecah keheningan / Aku rindu kehadiranMu meski hanya lewat mimpi / Ku kirimkan untaian kata indah dalam nyanyian / Lewat matahari, rembulan dan taburan bintang / Kau berikan cintaMu maha luas bak bentangan samudera / Ku arungi dengan sujud dan ketulusan / Betapapun rindunya aku ingin bertemu denganMu / Terasa panjang hari-hari yang harus ku lewati / Berapa banyak kanvas ku gores lukisan wajahMu / Namun tak pernah dapat ku reka keteduhanMu.


Sketsa Wajah Buram [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©2001 P. T. BMG Music Indonesia.

Sketsa wajah goresan pensil / Menyeretku ke gerbang mimpi / Melayang jauh ke masa silam / Ketika tubuhmu luruh, jiwapun terbang / Seiring kepak burung elang / Wangi cintamu membiusku / Aku menggigil kerna terbakar / Deburan ombak memisahkan kita / Kerap ku panggili namamu / Lewat helaan nafas dalam / Angin tolong bawa aku terbang / Jauh melewati batas angan / Agar aku dapat terus bermimpi / Sketsa wajah yang mulai buram / Digilas cuaca dan usia / Waktu tertatih namun terus berputar / Namamu lekat tak pernah hilang / Kerap ku panggili namamu / Lewat helaan nafas dalam / Angin tolong bawa aku terbang / Jauh melewati batas angan / Agar aku dapat terus bermimpi / Untuk membuktikan bahwa cintaku / Kekal abadi.


Titip Rindu Buat Ayah [dengar] / [dengar versi 1980 / 1995]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©2001 P. T. BMG Music Indonesia.

Di matamu masih tersimpan / Selaksa peristiwa / Benturan dan hempasan / Terpahat di keningmu / Kau nampak tua dan lelah / Keringat mengucur deras / Namun kau tetap tabah / Meski nafasmu kadang tersengal / Memikul beban yang makin sarat / Kau tetap bertahan / Engkau telah mengerti hitam / Dan merah jalan ini / Keriput tulang pipimu / Gambaran perjuangan / Bahumu yang dulu kekar / Legam terbakar matahari / Kini kurus dan terbungkuk / Namun semagat tak pernah pudar / Meski langkahmu kadang gemetar / Kau tetap setia / Ayah / Dalam hening sepi ku rindu / Untuk menuai padi milik kita / Tapi / Kerinduan tinggal hanya kerinduan / Anakmu sekarang / Banyak menanggung beban.


Ingin Kupetik Bintang Kejora [dengar] / [dengar versi 1995]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©2001 P. T. BMG Music Indonesia.

Mengapa kau tak melihat / Apa yang aku pikirkan / Semuanya terbuka / Terbaca di mataku / Mengapa kau tak peduli / Isyarat yang ku kirimkan / Lewat sejuta puisi / Lewat selaksa bunga / Engkau tetap diam membeku / Kau tepiskan mimpi-mimpiku / Ku hunus pedang cinta / Ku pekikkan asmara / Semula kau tetap diam / Kemudian kau tersenyum / Ingin ku petik bintang kejora / Untukku sematkan / Di dadamu / Di jantungmu / Mengapa hanya namamu / Terpatri dalam jiwaku / Haruskah aku menyerah / Sebelum aku coba.


Bias Warna [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©2001 P. T. BMG Music Indonesia.

Warna dalam gugusan alis mata / Sering terbaca menyesatkan / Sementara di dalam bergejolak / Di luarnya justru seperti bisu / Biru membersitkan kasih yang tulus / Kadang ditafsirkan keliru / Pergumulan yang sengit dengan hidup / Memaksa kita sering pura-pura / Sapuan kuas nyanyian puisi / Harus lahir dari renungan / Mengendap di jiwa dan tuangkan sejujurnya / Rindu, dendam, kata hati / Mesti diterjemahkan dalam bahasa yang jernih / Hitam menenggelamkan sisi gelap / Mata sering terpaksa berlagak buta / Sapuan kuas nyanyian puisi / Harus lahir dari renungan / Mengendap di jiwa dan tuangkan sejujurnya / Rindu, dendam, kata hati / Mesti diterjemahkan dalam bahasa yang jernih / Marah, luka, duka jiwa / Mesti ditumpahkan dengan suara lantang.


Bahasa Matahari [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©2001 P. T. BMG Music Indonesia.

Seringkali aku tak mampu menangkap / Isyaratmu lewat cuaca / Matahari, ombak di laut / Sering membisikkan yang bakal terjadi / Kadangkala aku memilih berdusta / Menghianati suara hati / Sesungguhnya kejujuran / Dapat menangkal semua malapetaka / Mari kita mencoba / Bersahabat dengan alam / Bumi, langit dan matahari / Bahasa mereka kita pelajari / Tentunya dengan kalimat jiwa yang rahasia / Tuhan menghendaki kita pelihara / Bumi beserta seluruh isinya / Untuk itu kita harus memahami / Bahasa matahari / Sesungguhnya aku tak mampu menjawab / Ketika anakku bertanya / Ke manakah angin berhembus? / Seberapa banyakkah tempat berteduh? / Mari kita mencoba / Bersahabat dengan alam / Bumi, langit dan matahari / Bahasa mereka kita pelajari / Tentunya dengan kalimat jiwa yang rahasia / Tuhan menghendaki kita pelihara / Bumi beserta seluruh isinya / Untuk itu kita harus belajar / Bahasanya semak belukar / Untuk itu kita harus memahami / Bahasa matahari.


Nyanyian Getir Tanah Air [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©2001 P. T. BMG Music Indonesia.

Seringkali aku terjaga / Terusik dari tidurku / Sepertinya ku dengar suara / Jeritan yang menyayat / Mungkin hanya mimpi yang tak punya makna / Atau ini isyarat agar aku mulai bicara / Seringkali aku mencoba membenamkan kepalaku / Bersembunyi dari hiruk pikuk suara yang memilukan / Mungkin aku memang bodoh atau tak perduli / Percaya kegetiran tak selalu berbuah duka / Ku saksikan tangan kotor mulai mencengkeram / Tak ada siapapun yang dapat mencegah / Orang-orang pandai hanya diam menonton / Atau bahkan hanya saling menuding / Mulai kehilangan hasrat kemaknusiaan / Mulai kehilangan akal kebersamaan / Mulai kehilangan rasa saling memiliki / Para pemimpin pun tak ada yang perduli.

 

kembali ke atas

 

1