|
Lagu
Untuk Sebuah Nama [dengar]
/ [dengar
versi 1979]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1998 P. T. Ris Music Wijaya International.
Mengapa
jiwaku mesti bergetar / Sedangkan musik pun manis ku
dengar / Mungkin kerna ku lihat lagi / Lentik bulu matamu
/ Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan / Jatuh berderai
di keningmu / Makin mengajakku terpana / kau goreskan
gitar cinta / Mengapa aku mesti duduk di sini / Sedang
engkau tepat di depanku / Mestinya aku berdiri / Berjalan
ke depanmu / Ku sapa dan ku nikmati wajahmu / Atau ku
isyaratkan cinta / Tapi semua tak ku lakukan / Kata
orang, cinta mesti berkorban / Mengapa dadaku mesti
berguncang / Bila ku sebutkan namamu / Sedang kau diciptakan
bukanlah untukku / Itu pasti, tapi aku tak mau perduli
/ Sebab cinta bukan mesti bersatu / Biar ku cumbui bayanganmu
/ Dan ku sandarkan harapanku.
Kalian
Dengarkah Keluhanku? [dengar]
/ [dengar
versi 1980]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1998 P. T. Ris Music Wijaya International.
Dari pintu ke pintu /
Ku coba tawarkan nama / Demi terhenti tangis anakku
/ Dan keluh ibunya / Tetapi nampaknya semua mata / Memandang
ku curiga / Seperti hendak telanjangi / Dan kuliti jiwaku
/ Apakah buku diri ini / Harus selalu hitam pekat /
Apakah dalam sejarah orang / Mesti jadi pahlawan / Sedang
Tuhan di atas sana / Tak pernah menghukum / Dengan sinar
matanya yang lebih tajam / Dari matahari / Ke manakah
sirnanya / Nurani embun pagi / Yang biasanya ramah /
Kini membakar hati / Apakah bila terlanjur salah / Akan
tetap dianggap salah / Tak ada waktu lagi benahi diri
/ Tak ada tempat lagi untuk kembali / Kembali dari keterasingan
/ Ke bumi beradab / Ternyata lebih menyakitkan / Dari
derita panjang / Tuhan bimbinglah batin ini / Agar tak
gelap mata / Dan sampaikan rasa inginku / Kembali bersatu.
Camellia
II
[dengar] / [dengar
versi 1979 / 1995]
/ [tengok]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1998 P. T. Ris Music Wijaya International.
Gugusan
hari-hari indah / Bersamamu Camellia / Bangkitkan kembali
rinduku mengajakku ke sana / Ingin ku berlari mengejar
seribu bayangmu Camellia / Tak perduli kan ku terjang
/ Biarpun harus kutembus padang ilalang / Tiba-tiba
langkahku terhenti / Sejuta tangan telah menahanku /
Ingin ku maki mereka berkata / "Tak perlu kau berlari
/ Mengejar mimpi yang tak pasti / Hari ini juga mimpi
/ Maka biarkan ia datang di hatimu / Di hatimu".
Dosa
Siapa, Ini Dosa Siapa?
[dengar] / [dengar
versi 1980]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1998 P. T. Ris Music Wijaya International.
Ku dengar suara jerit
tangismu / Sesepi gunung / Ku lihat bening bola matamu
/ Sesejuk gunung / Oh! engkau anakku / Yang menanggungkan
noda / Sedang engkau terlahir / Mestinya sebening kaca
/ Apa yang dapat ku banggakan / Kata maafku pun belum
kau mengerti / Dosa siapa, ini dosa siapa / Salah siapa,
ini salah siapa / Mestinya aku tak bertanya lagi / Ku
dengar ceria suara tawamu / Menikam jantung / Ku lihat
rona segar di pipimu / Segelap mendung / Oh! engkau
anakku / Yang segera tumbuh dewasa / Dengan selaksa
beban / Mestinya sesuci bulan / Apa yang dapat kudambakan
/ Kata sesalku pun belum kau mengerti / Dosa siapa,
ini dosa siapa / Salah siapa, ini salah siapa / Jawabnya
ada di relung hati ini.
Untuk
Kita Renungkan [dengar]
/ [dengar
versi 1982]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1998 P. T. Ris Music Wijaya International.
Kita
mesti terlanjang / Dan benar-benar bersih / Suci lahir
dan di dalam bathin / Tengoklah ke dalam sebelum bicara
/ Singkirkan debu yang masih melekat / Singkirkan debu
yang masih melekat / Anugerah dan bencana / Adalah kehendakNya
/ Kita mesti tabah menjalani / Hanya cambuk kecil agar
kita sadar / Adalah dia di atas segalanya / Adalah dia
di atas segalanya / Anak menjerit-jerit asap panas membakar
/ Lahar dan badai menyapu bersih / Ini bukan hukuman
hanya satu isyarat / Bahwa kita mesti banyak berbenah
/ Memang bila kita kaji lebih jauh / Dalam kekalutan
/ Masih banyak tangan / Yang tega berbuat nista / Tuhan
pasti telah memperhitungkan / Amal dan dosa yang kita
perbuat / Ke manakah lagi kita kan sembunyi / Hanya
kepadaNya kita kembali / Tak ada yang bakal bisa menjawab
/ Mari hanya runduk sujud padaNya / Kita mesti berjuang
/ Memerangi diri / Bercermin dan banyaklah bercermin
/ Tuhan ada di sini / Di dalam jiwa ini / Berusahalah
agar Dia tersenyum / Berusahalah agar Dia tersenyum.
|