Ebiet G. Ade
Lebih canggih dilihat menggunakan skrin 800x600 ke atas dan IE5+ ke atas













Lompat

 

Muzik Nusantara

Kandung

RuangMaya M. Nasir & Kembara
M. Nasir & Kembara

RuangMaya Ebiet G. Ade
Ebiet G. Ade

Sumbangsih - Kumpulan Lagu Malar Segar Sumbangsih

Lagu Raya Sepanjang Zaman
Lagu Raya


Klik sini untuk menurunkan RealOne
This site is RealMedia enhanced

Hantar E-Mel
Warkah-E

Forum Muzik Nusantara
Komen



Seraut Wajah
1990 P. T. Musica Studio

Seraut Wajah

..... Seraut Wajah
..... Dengarkanlah Kata-Kataku
..... Apakah Ada Bedanya?
..... Biarlah Aku Diam
..... Seraut Wajah (Minus One)
..... Langit Terluka
..... Ketika Aku Mulai
..... Berjalan Diam-Diam
..... Kembara Lintasan Panjang

..... kembali ke senarai album

Seraut Wajah [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio

Wajah / Yang selalu dilumuri senyum / Legam / Tersengat terik matahari / Keperkasaannya tak memudar / Terbaca dari garis-garis di dagu / Waktu / Telah menggilas semuanya / Ia / Tinggal punya jiwa / Pengorbanan yang tak sia-sia / Untuk negeri yang dicintai, dikasihi / Tangan dan kaki / Rela kau serahkan / Darah, keringat / Rela kau cucurkan / Bukan hanya untuk ukir namamu / Ikhlas demi langit bumi / Bersumpah mempertahankan / Setiap jengkal tanah / Wajah / Yang tak pernah mengeluh / Tegar dalam sikap sempurna / Pantang menyerah / Tangan dan kaki / Rela kau serahkan / Darah, keringat / Rela kau cucurkan / Bukan hanya untuk ukir namamu / Ikhlas demi langit bumi / Bersumpah mempertahankan / Setiap jengkal tanah / Merah merdeka / Putih merdeka / Warna merdeka.


Dengarkanlah Kata-Kataku [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio

Secepat mungkin / Engkau harus berhenti / Menghabiskan nafas di luar / Kenikmatan dunia / Sering membuat lena / Tak ada / Yang dapat mencegah / Selain engkau sendiri / Sebelum terjerumus semakin jauh / Sebaiknya engkau berhenti / Secepat mungkin / Engkau harus pulang / Menghabiskan mimpi / Yang hilang / Kenyataan hidup / Terkadang menyakitkan / Tak ada / Yang mampu merubah / Selain engkau sendiri / Sebelum senja merebut berhenti / Secepat mungkin / Engkau harus padamkan / Bara api panas membakar / Gemerlap cahaya / Akan segera sirna / Bersama turunnya senja / Dengarkanlah dengan hatimu / Jangan engkau dengar / Dengan jiwa buta / Dengarkanlah kata-kataku / Jangan engkau melihat / Siapa aku.


Apakah Ada Bedanya? [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio

Apakah ada bedanya / Hanya diam menunggu / Dengan memburu bayang-bayang / Sama-sama kosong / Ku cuba tuang ke dalam kanvas / Dengan garis dan warna-warni / Yang aku rindui / Apakah ada bedanya / Bila mata terpejam / Pikiran jauh mengembara / Menembus batas langit / Cintamu telah / Membakar jiwaku / Harum aruma tubuhmu / Menyumbat kepala / Dan pikiranku / Di bumi yang berputar / Pasti ada gejolak / Ikuti saja iramanya / Isi dengan rasa / Di menara langit / Halilintar bersabung / Aku merasa tak terlindung / Terbakar kegetiran / Cinta yang ku beri / Sepenuh hatiku / Entah yang ku terima / Aku tak perduli / Apakah ada bedanya / Ketika kita bertemu / Dengan saat kita berpisah / Sama-sama nikmat / Tinggal bagaimana kita menghayati / Di belahan jiwa yang mana / Kita sembunyikan / Dada yang terluka / Duka yang tersayat / Rasa yang terluka.


Biarlah Aku Diam [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio

Biarlah aku buang / Di tengah lautan / Kerinduan yang bergelora / Memecahkan kepala / Semoga terhempas gelombang / Dan berhenti mengejarku / Bahkan pernah ku cari / Sehelai rambutnya / Aku tanam di depan pintu / Jelas ada maksudnya / Setiap pagi aku langkahi / Agar dia yang terjerat / Dalam bayang-bayanganku / Mungkin aku telah keliru / Mencoba melupakannya / Kalah dengan semua / Suara-suara yang menghujat / Walau jauh di dasar hati / Masih aku simpan senyumnya / Bagaimanakah / Harus bagaimana / Biarlah aku diam / Di tengah gelombang / Aku tunggu tetesan embun / Ku hirup sampai tuntas / Bayanganya melompat-lompat / Bermain dalam fikiran / Bermain dalam impian / Rasakah yang harus ku bela / Atau suara mereka / Biarkanlah aku sendiri / Aku perlu waktu untuk merenung / Berfikir / Dan kemudian memutuskan.


Langit Terluka [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio

Jala api / Lidahnya terjulur / Menyengat wajah bumi / Awan terbakar / Langit berlubang menganga / Mengeringai bagaikan terluka / Pohon-pohon terkapar letih / Tanpa daya / Mata air terengah-engah dahaga / Burung-burung / Hanya basa-basi berkicau / Lapisan jagat terkelupas / Semua karena ulah kita / Warisan untuk anak cucu nanti / Jala api / Lidahnya berkelit / Saat ingin ku tangkap / Terlampau naif / Angan-angan yang ku rajut / Untuk menyelamatkan dunia / Setiap detik / Ingin ku tanam pepohonan / Mata air ku luahi / Embun Surgawi / Burung-burung / Ku ajari bernyanyi-nyanyi / Ku hapus semua mimpi buruk / Dan mekarlah bunga-bunga / Masa depan buat mereka / Bila matahari / Bangkit dari tidur / Aku mulai berfikir / Bagaimanakah caranya / Bila sinar rembulan / Mulai merah menyala / Aku masih berharap / Kearifan Yang Kuasa / Dari jendela kamarku / Dapat aku dengar / Gemercik suara air kali / Yang tak pernah berhenti / Jangan sampai terhenti / Biarpun langit terluka.


Ketika Aku Mulai [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio

Ketika masih belum banyak tahu / Hidup ini ku anggap begitu mudah / Hanya menghirup udara / Dan menghembuskan kembali / Seperti bermain-main / Tak ada beban ku pikul di pundakku / Ketika aku mulai kenal gelora / Ingin ku jelajahi / Seluruh sudut bumi / Entah berapa lamanya / Entah berapa jauhnya / Kan ku tuang dalam jiwa / Dan aku mulai bertemu / Banyak kesulitan / Malam / Tunjukkanlah keheninganmu / Aku / Tengah bercermin dalam gelap / Telah jauh perjalanan yang aku tempuh / Telah banyak peristiwa aku lihat / Dan sekarang aku merasa berhutang / Untuk mengisi kemerdekaan / Meskipun hanya lewat nyanyian / Ku hembuskan ruh perjuangan / Ketika aku mulai beranjak tua / Hari-hari terasa semakin singkat / Saatnya untuk mengabdi / Berkorban untuk bangsaku / Menembus keterlambatan / Saat aku lahir / Perang telah usai.


Berjalan Diam-Diam [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio

Berjalan diam-diam / Ternyata banyak makna / Setiap sudut dapat aku lihat / Semua yang tersembunyi / Serta merta ku buka / Kotor berdebu / Kumuh dan kusam / Seperti apa adanya / Angin menampar-nampar / Membuatku terperangah / Aku terhenti di kaki bukit / Ranting kering kerontang / Patah berderak-derak / Sejuta anak / Sakit dan lapar / Menari-nari di mataku / Bernyanyi-nyanyi di jiwaku / Gemuruh tanah runtuh / Menimpa kepala / Seiring jerit ngilu menyayat / Gemuruh gumam doa / Gerimis air mata / Simpati hanya lewat jendela / Terlampau jauh untuk diraih / Bunga-bunga karang / Merenda buih air / Pecahkan gelombang / Mereka cuba merangkak / Menggapai batang angin / Kita tak melihat / Mari kita bersama-sama berkaca / Lihat luka bernanah / Di wajah kita / Berjalan diam-diam / Ternyata lebih bermakna / Semuanya berbicara sejujurnya.


Kembara Lintasan Panjang [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio

Perjalanan yang tak pernah ku duga / Menelusuri kemarau / Melangkahi hari-hari gelap / Mengais di bumi yang panas / Pemahaman makna yang maha sulit / Menerjemahkan khayalan / Melengkapi semua kenyataan / Hidup di alam semesta / Matahari / Menumbuhkan jaringan fikiran / Kehangatannya mesti kita hayati / Mata hati / Mungkin jauh lebih banyak melihat / Kejujuran / Sering terkubur / Di dasar jiwa / Perjalanan yang tak pernah selesai / Kecuali atas kehendakNya / Memahami inti kehidupan / Keletihan pun tak terasa / Matahari / Menumbuhkan jaringan fikiran / Kehangatannya mesti kita hayati / Mata hati / Mungkin jauh lebih banyak melihat / Kejujuran / Sering terkubur / Di dasar jiwa / Sering terbenam / Di bawah mata.

 

kembali ke atas

 

1