|
Seraut
Wajah
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio
Wajah
/ Yang selalu dilumuri senyum / Legam / Tersengat terik
matahari / Keperkasaannya tak memudar / Terbaca dari
garis-garis di dagu / Waktu / Telah menggilas semuanya
/ Ia / Tinggal punya jiwa / Pengorbanan yang tak sia-sia
/ Untuk negeri yang dicintai, dikasihi / Tangan dan
kaki / Rela kau serahkan / Darah, keringat / Rela kau
cucurkan / Bukan hanya untuk ukir namamu / Ikhlas demi
langit bumi / Bersumpah mempertahankan / Setiap jengkal
tanah / Wajah / Yang tak pernah mengeluh / Tegar dalam
sikap sempurna / Pantang menyerah / Tangan dan kaki
/ Rela kau serahkan / Darah, keringat / Rela kau cucurkan
/ Bukan hanya untuk ukir namamu / Ikhlas demi langit
bumi / Bersumpah mempertahankan / Setiap jengkal tanah
/ Merah merdeka / Putih merdeka / Warna merdeka.
Dengarkanlah
Kata-Kataku [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio
Secepat
mungkin / Engkau harus berhenti / Menghabiskan nafas
di luar / Kenikmatan dunia / Sering membuat lena / Tak
ada / Yang dapat mencegah / Selain engkau sendiri /
Sebelum terjerumus semakin jauh / Sebaiknya engkau berhenti
/ Secepat mungkin / Engkau harus pulang / Menghabiskan
mimpi / Yang hilang / Kenyataan hidup / Terkadang menyakitkan
/ Tak ada / Yang mampu merubah / Selain engkau sendiri
/ Sebelum senja merebut berhenti / Secepat mungkin /
Engkau harus padamkan / Bara api panas membakar / Gemerlap
cahaya / Akan segera sirna / Bersama turunnya senja
/ Dengarkanlah dengan hatimu / Jangan engkau dengar
/ Dengan jiwa buta / Dengarkanlah kata-kataku / Jangan
engkau melihat / Siapa aku.
Apakah
Ada Bedanya?
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio
Apakah ada bedanya /
Hanya diam menunggu / Dengan memburu bayang-bayang /
Sama-sama kosong / Ku cuba tuang ke dalam kanvas / Dengan
garis dan warna-warni / Yang aku rindui / Apakah ada
bedanya / Bila mata terpejam / Pikiran jauh mengembara
/ Menembus batas langit / Cintamu telah / Membakar jiwaku
/ Harum aruma tubuhmu / Menyumbat kepala / Dan pikiranku
/ Di bumi yang berputar / Pasti ada gejolak / Ikuti
saja iramanya / Isi dengan rasa / Di menara langit /
Halilintar bersabung / Aku merasa tak terlindung / Terbakar
kegetiran / Cinta yang ku beri / Sepenuh hatiku / Entah
yang ku terima / Aku tak perduli / Apakah ada bedanya
/ Ketika kita bertemu / Dengan saat kita berpisah /
Sama-sama nikmat / Tinggal bagaimana kita menghayati
/ Di belahan jiwa yang mana / Kita sembunyikan / Dada
yang terluka / Duka yang tersayat / Rasa yang terluka.
Biarlah
Aku Diam
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio
Biarlah aku buang / Di
tengah lautan / Kerinduan yang bergelora / Memecahkan
kepala / Semoga terhempas gelombang / Dan berhenti mengejarku
/ Bahkan pernah ku cari / Sehelai rambutnya / Aku tanam
di depan pintu / Jelas ada maksudnya / Setiap pagi aku
langkahi / Agar dia yang terjerat / Dalam bayang-bayanganku
/ Mungkin aku telah keliru / Mencoba melupakannya /
Kalah dengan semua / Suara-suara yang menghujat / Walau
jauh di dasar hati / Masih aku simpan senyumnya / Bagaimanakah
/ Harus bagaimana / Biarlah aku diam / Di tengah gelombang
/ Aku tunggu tetesan embun / Ku hirup sampai tuntas
/ Bayanganya melompat-lompat / Bermain dalam fikiran
/ Bermain dalam impian / Rasakah yang harus ku bela
/ Atau suara mereka / Biarkanlah aku sendiri / Aku perlu
waktu untuk merenung / Berfikir / Dan kemudian memutuskan.
Langit
Terluka [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio
Jala api / Lidahnya terjulur
/ Menyengat wajah bumi / Awan terbakar / Langit berlubang
menganga / Mengeringai bagaikan terluka / Pohon-pohon
terkapar letih / Tanpa daya / Mata air terengah-engah
dahaga / Burung-burung / Hanya basa-basi berkicau /
Lapisan jagat terkelupas / Semua karena ulah kita /
Warisan untuk anak cucu nanti / Jala api / Lidahnya
berkelit / Saat ingin ku tangkap / Terlampau naif /
Angan-angan yang ku rajut / Untuk menyelamatkan dunia
/ Setiap detik / Ingin ku tanam pepohonan / Mata air
ku luahi / Embun Surgawi / Burung-burung / Ku ajari
bernyanyi-nyanyi / Ku hapus semua mimpi buruk / Dan
mekarlah bunga-bunga / Masa depan buat mereka / Bila
matahari / Bangkit dari tidur / Aku mulai berfikir /
Bagaimanakah caranya / Bila sinar rembulan / Mulai merah
menyala / Aku masih berharap / Kearifan Yang Kuasa /
Dari jendela kamarku / Dapat aku dengar / Gemercik suara
air kali / Yang tak pernah berhenti / Jangan sampai
terhenti / Biarpun langit terluka.
Ketika
Aku Mulai [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio
Ketika masih belum banyak
tahu / Hidup ini ku anggap begitu mudah / Hanya menghirup
udara / Dan menghembuskan kembali / Seperti bermain-main
/ Tak ada beban ku pikul di pundakku / Ketika aku mulai
kenal gelora / Ingin ku jelajahi / Seluruh sudut bumi
/ Entah berapa lamanya / Entah berapa jauhnya / Kan
ku tuang dalam jiwa / Dan aku mulai bertemu / Banyak
kesulitan / Malam / Tunjukkanlah keheninganmu / Aku
/ Tengah bercermin dalam gelap / Telah jauh perjalanan
yang aku tempuh / Telah banyak peristiwa aku lihat /
Dan sekarang aku merasa berhutang / Untuk mengisi kemerdekaan
/ Meskipun hanya lewat nyanyian / Ku hembuskan ruh perjuangan
/ Ketika aku mulai beranjak tua / Hari-hari terasa semakin
singkat / Saatnya untuk mengabdi / Berkorban untuk bangsaku
/ Menembus keterlambatan / Saat aku lahir / Perang telah
usai.
Berjalan
Diam-Diam
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio
Berjalan diam-diam /
Ternyata banyak makna / Setiap sudut dapat aku lihat
/ Semua yang tersembunyi / Serta merta ku buka / Kotor
berdebu / Kumuh dan kusam / Seperti apa adanya / Angin
menampar-nampar / Membuatku terperangah / Aku terhenti
di kaki bukit / Ranting kering kerontang / Patah berderak-derak
/ Sejuta anak / Sakit dan lapar / Menari-nari di mataku
/ Bernyanyi-nyanyi di jiwaku / Gemuruh tanah runtuh
/ Menimpa kepala / Seiring jerit ngilu menyayat / Gemuruh
gumam doa / Gerimis air mata / Simpati hanya lewat jendela
/ Terlampau jauh untuk diraih / Bunga-bunga karang /
Merenda buih air / Pecahkan gelombang / Mereka cuba
merangkak / Menggapai batang angin / Kita tak melihat
/ Mari kita bersama-sama berkaca / Lihat luka bernanah
/ Di wajah kita / Berjalan diam-diam / Ternyata lebih
bermakna / Semuanya berbicara sejujurnya.
Kembara
Lintasan Panjang
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1990 P. T. Musica Studio
Perjalanan yang tak pernah
ku duga / Menelusuri kemarau / Melangkahi hari-hari
gelap / Mengais di bumi yang panas / Pemahaman makna
yang maha sulit / Menerjemahkan khayalan / Melengkapi
semua kenyataan / Hidup di alam semesta / Matahari /
Menumbuhkan jaringan fikiran / Kehangatannya mesti kita
hayati / Mata hati / Mungkin jauh lebih banyak melihat
/ Kejujuran / Sering terkubur / Di dasar jiwa / Perjalanan
yang tak pernah selesai / Kecuali atas kehendakNya /
Memahami inti kehidupan / Keletihan pun tak terasa /
Matahari / Menumbuhkan jaringan fikiran / Kehangatannya
mesti kita hayati / Mata hati / Mungkin jauh lebih banyak
melihat / Kejujuran / Sering terkubur / Di dasar jiwa
/ Sering terbenam / Di bawah mata.
|