|
Masih
Ada Waktu [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Bila
masih mungkin / Kita menorehkan bakti / Atas nama jiwa
/ Dan hati tulus ikhlas / Mumpung masih ada / Kesempatan
buat kita / Mengumpulkan bekal / Perjalanan abadi /
Kita pasti ingat / Tragedi yang memilukan / Kenapa harus
mereka / Yang terpilih menghadap / Tentu ada hikmah
/ Yang harus kita petik / Atas nama jiwa / Mari heningkan
cipta / Kita mesti bersyukur / Bahwa kita masih diberi
waktu / Entah sampai kapan / Tak ada yang bakal dapat
menghitung / Hanya atas kasihNya / Hanya atas kehendakNya
/ Kita masih bertemu matahari / Kepada rumpun di lalang
/ Kepada bintang gemintang / Kita dapat mencoba / Meminjam
catatannya / Sampai kapankah gerangan / Waktu yang masih
tersisa / Semuanya menggeleng / Semuanya terdiam / Semuanya
menjawab tak mengerti / Yang terbaik hanyalah / Segeralah
bersujud / Mumpung kita masih diberi waktu.
Sketsa
Rembulan Emas
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Ketika
rembulan emas / Tenggelam di cakrawala / Angin mati
dan laut pun terdiam / Hening di sekeliling bumi / Sunyi
sepi mencekam / Menunggu keputusan sakral / Arif dan
bijaksana / Yang tak habis aku mengerti / Jeritan kami
tak bersuara / Ditelan gemuruh gundah gulana / Mungkin
lewat nyanyian / Akan dapat menyusup / Menguak jendela
hatimu / Dan kau dengar rintihan kami / Kau dengar jeritan
kami / Tuhan / Semua terserah titahMu / Merah hitam
tanah kami / Pucat pasi wajah bumi / Tolong / Arahkan
mata pedang / Mereka-mereka yang memimpin / Percaturan
dunia / Pergolakan dunia / Oh! Tuhan tolonglah / Kerna
hanya Engkau / Yang dapat mendengar / Jerit hati kami.
Kalian
Boleh Coba
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Jemari tanganmu / Menari
di atas / Bilah-bilah piano / Menyanyi bersama / Lagu
yang ku cipta / Khusus buat kita berdua / Kalian boleh
dengar / Kalian boleh simak / Kami jalin suara / Kalian
boleh lihat / Cara kami merejut / Benang-benang asmara
/ Malam makin larut / Lelawa beterbangan / Di atas kepala
kita / Doa kita telah usai / Nyanyian kita pun tuntas
/ Tumpah ruah di udara / Kalian pasti lihat / Kalian
pasti baca / Wajah kami berdua / Kalian boleh tebak
/ Cara kami memilih / Putik-putik asmara / Sesungguhnya
sangat mudah / Sesungguhnya sangat sederhana / Kami
saling memberi / Kami saling mengerti / Pastilah / Langit
terasa bersih / Nafas / Harum aroma bunga mawar / Menemani
kita / Bernyanyi bersama.
Yang
Terluka
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Tersentak dari lamunan
/ Ketika kau datang / Seingatku cukup lama / Engkau
sembunyi / Garis wajahmu berubah / Tak seperti dulu
/ Murung dan tak bergairah / Kehilangan sinar / Kehilangan
binar / Buku jarimu terkepal / Entah genggam apa / Katup
mulutmu terkunci / Entah simpan apa / Bola mata dingin
pudar / Diam tak terbaca / Desah nafasmu tersumbat /
Kehilangan getar / Kehilangan debar / Coba katakanlah
kepadaku / Aku masih sahabatmu / Derita apakah gerangan
/ Yang engkau alami / Yang engkau hadapi / Bukan kerna
cinta tentunya / Mungkin kerna putus asa / Kehilangan
percaya diri / Kehilangan tempat berpegang / Coba katakanlah
kepadaku / Aku masih sahabatmu / Derita apakah gerangan
/ Yang engkau hadapi / Bukan kerna cinta tentunya /
Mungkin kerna putus asa / Kehilangan percaya diri /
Kenapa tak engkau coba raih / Dari lubuk jiwa paling
dalam / Iman.
Haruskah
Aku Menyerah?
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Haruskah aku menyerah
/ Melawan kebisingan / Suara hatiku / Jeritan jiwaku
/ Menggumpal dalam tanda tanya / Haruskah aku mencari
/ Suara-suara burung / Di tengah lautan / Di atas matahari
/ Untuk ku gubah jadi nyanyian / Semua bukit / Telah
aku coba daki / Semua laut ku seberangi / Agar semakin
besar / Rasa keyakinanku / Bahwa masih ada / Nafas di
dalam jantungku / Untukku lanjutkan / Keheningan.
Yogyakarta
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Seperti debu / Tajam
menerpa mata / Aku tersentak / Dari lamunan / Ketika
ku buka tirai jendela / Seperti angin / Lembut menyusup
jiwa / Aku terpejam / Ku hirup nafas dalam / Di gerbang
/ Kotaku Yogyakarta / Hari ini aku pulang / Hari ini
aku datang / Bawa rindu / Bawa haru / Bawa harap-harap
cemas / Masihkah debu jalanan / Menyapa akrab langkahku
/ Masihkah suara cemara / Mengiringi nyanyianku / Seperti
bintang / Diam menunggu fajar / Aku berfikir / Untuk
membangunkanmu / Bergumul dengan gelora nafasmu / Di
sini aku ditempa / Di sini aku dibesarkan / Semangatku
/ Keyakinanku / Keberadaanku pun terbentuk / Masih aku
pelihara / Kerinduanku yang dalam / Setiap sudutmu menyimpan
/ Derapku Yogyakarta / Setiap sudutmu menyimpan / Langkahku
Yogyakarta.
Aku
Pasrah Kepada Kebenaran [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Dengan tulus / Aku memohon
ampun padamu / Engkau memasang wajah garang / Dan tetap
menekanku / Percuma saja aku yang telah menyerah / Bersikeras
pun aku tak berdaya / Hidup dan mati / Bukan ada di
tanganmu / Tapi Tuhan yang mengatur / Masa laluku /
Memang sangat pekat dan hitam / Namun rasanya aku belum
terlambat bertobat / Gambar burung hantu yang lekat
di tangan / Potret kegagalanku sangat pahit / Aku pasrah
kepada kebenaran / Mungkin nasib suratan tangan / Ada
yang ingin aku titipkan / Sebelum aku pergi jauh / Istri
dan anakku tak bersalah / Jangan dilibatkan / Biar aku
tanggung sendiri / Dosa yang telah ku perbuat / Hanya
Tuhan yang tahu / Ketulusan hati ini / Semoga aku dimaafkan.
Nyanyian
Burung Dan Pepohonan
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Pernahkah engkau dengar
/ Nyanyian burung Murai / Ketika gerimis turun / Langit
tertutup kabut / Bersiul memilukan / Berderai menikam
mendung / Suara laut pun sirna / Terbang entah ke mana
/ Dan di saat yang lain / Kala mentari bangkit / Menyiram
jagat raya / Kicaunya pun ceria / Bersama semilir angin
/ Mengalirlan semangat / Kecipak air kali / Menyegarkan
jiwa / Oh! betapa jauhnya / Jalan terjal ku tempuh /
Menembus kegelapan / Menyibak alang-alang / Oh! Murai
bernyanyilah / Mengiringi langkahku / Wajah bumi semakin
/ Renta dan penuh luka / Pernahkah engkau dengar / Nyanyian
pepohonan / Di tengah belantara / Sepi menembus kelam
/ Kelak tinggal catatan / Di sini pernah berdiri / Tegar
menyengga langit / Kini tinggal puing.
Huru-Hara
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Sepasang mata elang /
Mengintai dari langit / Membakar-bakar dan buka keriuhan
/ Entah apa yang dimaui / Huru-hara pun semakin tak
terkendali / Merentak di sana-sini / Semestinya kita
/ Picingkan mata dan telinga / Dan bahu membahu mengusirnya
/ Sepasang tangan kasar / Menjulur dari bumi / Menghembus-hembuskan
suara memuakkan / Memfitnah di kanan-kiri / Huru-hara
pun semakin tak terkendali / Merentak di sana-sini /
Semestinya kita / Picingkan mata dan telinga / Dan bahu
membahu mengusirnya / Dengarlah suara gaib / Dalam dan
berwibawa / Menyirami sejujur kekacauan / Meniupkan
kesegaran / Huru-hara pun seketika terhenti / Kedamaian
mulai semi / Seharusnya kita / Dengar apa yang dikatakan
/ Barangkali dialah yang benar.
Ada
Sisa-Sisa Suara [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
©1988 EGA Records / Atlantic Records Ind.
Ada sisa-sisa suara /
Yang bergema dalam dada / Aku tak mendengar apapun /
Gemuruh di luar pintu / Ia terus mengejarku / Ia terus
menghatuiku / Mengendalikan seluruh gerak / Dan naluriku
/ Ada akal yang masih bening / Ada budi yang masih jernih
/ Bertarung serentak bergumul / Bola-bola api / Ia terus
membelenggu / Ia ingin melukaiku / Membalut semua indra
/ Akal fikirku / Ada yang tak dapat aku lepas / Meskipun
berulang aku coba / Waktu berputar semakin cepat / Aku
telah jauh tertinggal / Ada yang tak pantas aku sandang
/ Setumpuk penghargaan / Lebih baik ku telan / Kata-kataku
/ Angan-anganku.
|