Ebiet G. Ade
Lebih canggih dilihat menggunakan skrin 800x600 ke atas dan IE5+ ke atas













Lompat

 

Muzik Nusantara

Kandung

RuangMaya M. Nasir & Kembara
M. Nasir & Kembara

RuangMaya Ebiet G. Ade
Ebiet G. Ade

Sumbangsih - Kumpulan Lagu Malar Segar Sumbangsih

Lagu Raya Sepanjang Zaman
Lagu Raya


Klik sini untuk menurunkan RealOne
This site is RealMedia enhanced

Hantar E-Mel
Warkah-E

Forum Muzik Nusantara
Komen



Isyu!
1986 Jackson Records

Isyu!

..... Orang-Orang Terkucil
..... Selingkuh
..... Cinta Sebening Embun
..... Isyu
..... Opera Tukang Beca
..... Orang-Orang Terkucil (Instrumental)
..... Kesaksian Anak Sampah
..... Potret Anak Harapan
..... Kita Hanya Bidak-Bidak Catur
..... Hemat CintaMu

..... kembali ke senarai album

Orang-Orang Terkucil [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.

Dari sudut-sudut mataku / Mengalir butir air bening / Ku hapus dengan rambut anakku / Yang tidur dipeluk ibunya / Hari demi hari ku lewati / Usai sudah hukumanku / Ku ayun langkah kebebasan / ku hirup nafas kerinduan / Kini aku pulang / Semoga dapat diterima / Ingin ku buktikan maknanya bertobat / Seperti impianku / Akan ku bangun kecerahan / Ku baktikan sisa hidup untuk kebajikan / Namun ternyata apa yang ku terima / Semburan ludah sumpah serapah / Dalam kegelapan mata ini / Dukaku panas terbakar / Apapun yang di depanku / Rasanya ingin ku hempaskan / Betapa aku terluka / Perjuanganku sia-sia / Apakah orang sepertiku / Harus terkucil selamanya / Kemanakah harus ku buang kegetiran / Langit yang ku tatap pun berpaling dariku / Di manakah keluhanku akan didengar / Semua jalan telah tertutup buat namaku / Yang ku pelajari dari buku suci / Tak ada kata terlambat untuk bertobat / Nyatanya jiwaku tetap terpidana / Sesungguhnya aku telah mati dalam hidup.


Selingkuh [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.

Aku tak pernah menghitung / Langkah ku sendiri / Bermula dari kanan atau dari kiri / Kumpulan kumbang terbang bersama / Telah membuka pesta pora / Aku terselip di antara mereka / Aku merasa seperti telanjang di sini / Butir-butir keringat ku deras mengucur / Musik berderak semakin keras / Ku pusatkan seluruh fikiran / Ku hitung langkahku satu demi satu / Berdansa di sebuah pesta / Ku kumpulkan, ku pacu segenap kejantanan / Ku lupakan siapa aku / Anak kampung yang tumbuh dari air gunung / Betapapun ku coba / Langkah selalu terbata / Huh! aku selingkuh / Uhuh! dari bayanganku / Menari di atas kursi / Keseimbangan tubuhku tak sanggup ku jaga / Ku teringat komedi putar / Hingar bingarnya lebih dapat ku rasakan.


Cinta Sebening Embun [dengar] / [dengar versi 1995]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.

Pernahkah engkau coba menerka / Apa yang tersembunyi di sudut hati / Derita di mata / Derita dalam jiwa / Kenapa tak engkau perdulikan / Sepasang kepodang terbang melambung / Menukik bawa seberkas pelangi / Gelora cinta / Gelora dalam dada / Kenapa tak pernah engkau hiraukan / Selama musim belum bergulir / Masih ada waktu / Untuk saling membuka diri / Sejauh batas pengertian / Pintu tersibak / Cinta mengalir sebening embun / Kasih pun deras mengalir / Cemerlang sebening embun / Pernahkah engkau coba membaca / Sorot mata dalam menyimpan rindu / Sejuta impian / Sejuta harapan / Kenapakah mesti engkau abaikan.


Isyu [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.

Engkau pasti menuduhku / Telah bersekutu dengan setan / Menyangka apa yang ku miliki / Aku dapat dari dusta / Engkau mulai kasak-kusuk / Bergunjing ke sana sini / Melilitkan isyu di leherku / Mengipaskan suasana panas / Entah apa yang harus ku jelaskan / Aku enggan bicara / Yang penting suara dalam jiwaku / Adalah kebenaran / Biarpun hanya Tuhan yang mendengar / Engkau pasti menduga-duga / Aku telan yang bukan milikku / Coba buka catatan di langit / Di sana ku simpan kebenaran / Isyu / Semuanya hanya isyu.


Opera Tukang Beca [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.

Ia melangkah terhuyung / Menyeret tubuh yang kurus / Mencari sudut terlindung teduh / Dari terik mentari / Menatap jalan lengang / Di depan yang tak ada harapan / Kakinya mengayuh angin / Naluri kebiasaan / Terlalu bodoh untuk mengerti / Segala macam aturan / Yang dia tahu dan dirasakan / Hilang pencaharian / Tertidurlah dan bermimpi / Mengayuh beca / Ke teluk Jakarta / Berhentilah sampai di sana / Peluit berdesing di telinga / La la la la la / Ia pun melompat / La la la la la / Ia pun menyingkir / La la la la la / Ia bersembunyi / Ia teringat sesuatu / Sepetak sawah di kampung / Memberi nafas dan ketenteraman / Kenapa di tinggalkan / Ia tersadar dan ingin pulang / Malu pun ditepiskan / Sanak famili menyambut / Tangan terbuka / Si anak hilang / Berkubang bersama di sawah / Terasa maknanya dilahirkan / La la la la la / Ia pun tersenyum / La la la la la / Ia pun bernyanyi / La la la la la / Digenggam hari ini.


Kesaksian Anak Sampah [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.

Perjalanan yang menakjubkan / Membuka mata fikiranku / Angin laut / Menyeret langkahku ke seberang / Aku ingin melihat di sana / Di balik bukit yang tandus / Perjalanan yang menggetarkan / Menggugah hati nuraniku / Seorang bocah / Merangkak timbunan sampah / Ia mengais sisa makanan / Keringat deras mengucur / Ketika aku tanya / Ia tersenyum / Jabat tanganku / Ia tak pernah tahu siapa gerangan / Ayah ibunya / Yang masih diingat / Angin pesisir / Ketika ia dihempas ombak / Ke pantai / Sejak saat itu yang dia tahu / Setiap hari harus di sini / Berebut sisa / dengan cacing dan burung / Untuk menyambung nafas / Dialah anak sampah / Semakin jauh ke lembah / Di bawah cemara aku merenung / Gemercik air pancuran / Tak memberiku isyarat apapun / Bayangan anak sampah / Menghantuiku / Gejala apakah yang tengah terjadi / Mungkin Tuhan / Yang mengirimkan saksi / Bahkan kita tak ambil peduli / Terbuktilah kita semakin jumawa / Mari tanya bayangan di kaca / Ia tak pernah berdusta.


Potret Anak Harapan [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.

Terbayang di pelupuk mataku / Derita mereka yang terusir tergusur / Tangis tersembunyi / Amarah tersekat / Dalam rongga dada / Duka haru biru / Lelaki tua runduk merangkak / Meyuruk ke puing gubuk kardus bekas / Ada yang tertinggal / Potret anak harapan / Telah remuk bercampur / Tanah bongkaran / Oh! ya.. Ia beringas mengumpat-umpat / Oh! ya.. Ia mengherdik berkeliling / Hilang satu-satunya harapan / Bertahan hidup hanya percuma / Habis nafas di ujung raungan / Rebah tundas berkalang tanah.


Kita Hanya Bidak-Bidak Catur [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.

Jangan terlampau lama / Engkau membuang waktu / Pastikan dengan diam / Berangkatlah segera / Kita hanya bidak-bidak / Cuma punya satu jalan / Merangsak maju ke depan / Menggilas rintangan / Sedetik kita lengah / Dapat berarti banyak / Terlalu dilambungkan mimpi / Fikiran pun terkunci / Bencana dan keberuntungan / Sama-sama nikmat / Menyerah kepada takdir / Hidup terasa lega / Kita hanyalah bidak-bidak catur / Akan dimainkan / Selama masih mengasyikkan / Maka jangan bertingkah / Salah dan membosankan / Tuhan di mana-mana / Tuhan Maha Mendengar.


Hemat CintaMu [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.

Berhentilah sebelum terlambat / Kau terjerumus semakin jauh / Berdiri di pinggir kegelapan / Di sini di pancuran yang bening / Coba basuh wajah dan jiwamu / Endapkan hasrat dalam dada / Biarkan asmara tumbuh wajar / Bersemi dan kembang / Selaras langkah / Tak perlu berebut tulang tanpa isi / Sama dengan berebut kebodohan / Hemat cintamu / Simpanlah putik jauh di dalam / Taburkan senyuman / Bangkitkan hidup dan ghairah / Berhentilah sebelum terjebak / Dalam lingkaran yang memabukkan / Menyingkirlah dari pusaranya / Percayalah pada kebenaran / Ia akan datang menuntunmu / Mengangkatmu dari kegelapan / Mengajakmu dalam ketegaran / Hemat cintamu / Jangan kau tabur di jalanan / Belibispun terbang / Kaki berlumpur bertebaran.

 

kembali ke atas

 

1