|
Orang-Orang
Terkucil [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.
Dari
sudut-sudut mataku / Mengalir butir air bening / Ku
hapus dengan rambut anakku / Yang tidur dipeluk ibunya
/ Hari demi hari ku lewati / Usai sudah hukumanku /
Ku ayun langkah kebebasan / ku hirup nafas kerinduan
/ Kini aku pulang / Semoga dapat diterima / Ingin ku
buktikan maknanya bertobat / Seperti impianku / Akan
ku bangun kecerahan / Ku baktikan sisa hidup untuk kebajikan
/ Namun ternyata apa yang ku terima / Semburan ludah
sumpah serapah / Dalam kegelapan mata ini / Dukaku panas
terbakar / Apapun yang di depanku / Rasanya ingin ku
hempaskan / Betapa aku terluka / Perjuanganku sia-sia
/ Apakah orang sepertiku / Harus terkucil selamanya
/ Kemanakah harus ku buang kegetiran / Langit yang ku
tatap pun berpaling dariku / Di manakah keluhanku akan
didengar / Semua jalan telah tertutup buat namaku /
Yang ku pelajari dari buku suci / Tak ada kata terlambat
untuk bertobat / Nyatanya jiwaku tetap terpidana / Sesungguhnya
aku telah mati dalam hidup.
Selingkuh
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.
Aku
tak pernah menghitung / Langkah ku sendiri / Bermula
dari kanan atau dari kiri / Kumpulan kumbang terbang
bersama / Telah membuka pesta pora / Aku terselip di
antara mereka / Aku merasa seperti telanjang di sini
/ Butir-butir keringat ku deras mengucur / Musik berderak
semakin keras / Ku pusatkan seluruh fikiran / Ku hitung
langkahku satu demi satu / Berdansa di sebuah pesta
/ Ku kumpulkan, ku pacu segenap kejantanan / Ku lupakan
siapa aku / Anak kampung yang tumbuh dari air gunung
/ Betapapun ku coba / Langkah selalu terbata / Huh!
aku selingkuh / Uhuh! dari bayanganku / Menari di atas
kursi / Keseimbangan tubuhku tak sanggup ku jaga / Ku
teringat komedi putar / Hingar bingarnya lebih dapat
ku rasakan.
Cinta
Sebening Embun
[dengar] / [dengar
versi 1995]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.
Pernahkah engkau coba
menerka / Apa yang tersembunyi di sudut hati / Derita
di mata / Derita dalam jiwa / Kenapa tak engkau perdulikan
/ Sepasang kepodang terbang melambung / Menukik bawa
seberkas pelangi / Gelora cinta / Gelora dalam dada
/ Kenapa tak pernah engkau hiraukan / Selama musim belum
bergulir / Masih ada waktu / Untuk saling membuka diri
/ Sejauh batas pengertian / Pintu tersibak / Cinta mengalir
sebening embun / Kasih pun deras mengalir / Cemerlang
sebening embun / Pernahkah engkau coba membaca / Sorot
mata dalam menyimpan rindu / Sejuta impian / Sejuta
harapan / Kenapakah mesti engkau abaikan.
Isyu
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.
Engkau pasti menuduhku
/ Telah bersekutu dengan setan / Menyangka apa yang
ku miliki / Aku dapat dari dusta / Engkau mulai kasak-kusuk
/ Bergunjing ke sana sini / Melilitkan isyu di leherku
/ Mengipaskan suasana panas / Entah apa yang harus ku
jelaskan / Aku enggan bicara / Yang penting suara dalam
jiwaku / Adalah kebenaran / Biarpun hanya Tuhan yang
mendengar / Engkau pasti menduga-duga / Aku telan yang
bukan milikku / Coba buka catatan di langit / Di sana
ku simpan kebenaran / Isyu / Semuanya hanya isyu.
Opera
Tukang Beca
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.
Ia melangkah terhuyung
/ Menyeret tubuh yang kurus / Mencari sudut terlindung
teduh / Dari terik mentari / Menatap jalan lengang /
Di depan yang tak ada harapan / Kakinya mengayuh angin
/ Naluri kebiasaan / Terlalu bodoh untuk mengerti /
Segala macam aturan / Yang dia tahu dan dirasakan /
Hilang pencaharian / Tertidurlah dan bermimpi / Mengayuh
beca / Ke teluk Jakarta / Berhentilah sampai di sana
/ Peluit berdesing di telinga / La la la la la / Ia
pun melompat / La la la la la / Ia pun menyingkir /
La la la la la / Ia bersembunyi / Ia teringat sesuatu
/ Sepetak sawah di kampung / Memberi nafas dan ketenteraman
/ Kenapa di tinggalkan / Ia tersadar dan ingin pulang
/ Malu pun ditepiskan / Sanak famili menyambut / Tangan
terbuka / Si anak hilang / Berkubang bersama di sawah
/ Terasa maknanya dilahirkan / La la la la la / Ia pun
tersenyum / La la la la la / Ia pun bernyanyi / La la
la la la / Digenggam hari ini.
Kesaksian
Anak Sampah
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.
Perjalanan yang menakjubkan
/ Membuka mata fikiranku / Angin laut / Menyeret langkahku
ke seberang / Aku ingin melihat di sana / Di balik bukit
yang tandus / Perjalanan yang menggetarkan / Menggugah
hati nuraniku / Seorang bocah / Merangkak timbunan sampah
/ Ia mengais sisa makanan / Keringat deras mengucur
/ Ketika aku tanya / Ia tersenyum / Jabat tanganku /
Ia tak pernah tahu siapa gerangan / Ayah ibunya / Yang
masih diingat / Angin pesisir / Ketika ia dihempas ombak
/ Ke pantai / Sejak saat itu yang dia tahu / Setiap
hari harus di sini / Berebut sisa / dengan cacing dan
burung / Untuk menyambung nafas / Dialah anak sampah
/ Semakin jauh ke lembah / Di bawah cemara aku merenung
/ Gemercik air pancuran / Tak memberiku isyarat apapun
/ Bayangan anak sampah / Menghantuiku / Gejala apakah
yang tengah terjadi / Mungkin Tuhan / Yang mengirimkan
saksi / Bahkan kita tak ambil peduli / Terbuktilah kita
semakin jumawa / Mari tanya bayangan di kaca / Ia tak
pernah berdusta.
Potret
Anak Harapan [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.
Terbayang di pelupuk
mataku / Derita mereka yang terusir tergusur / Tangis
tersembunyi / Amarah tersekat / Dalam rongga dada /
Duka haru biru / Lelaki tua runduk merangkak / Meyuruk
ke puing gubuk kardus bekas / Ada yang tertinggal /
Potret anak harapan / Telah remuk bercampur / Tanah
bongkaran / Oh! ya.. Ia beringas mengumpat-umpat / Oh!
ya.. Ia mengherdik berkeliling / Hilang satu-satunya
harapan / Bertahan hidup hanya percuma / Habis nafas
di ujung raungan / Rebah tundas berkalang tanah.
Kita
Hanya Bidak-Bidak Catur
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.
Jangan terlampau lama
/ Engkau membuang waktu / Pastikan dengan diam / Berangkatlah
segera / Kita hanya bidak-bidak / Cuma punya satu jalan
/ Merangsak maju ke depan / Menggilas rintangan / Sedetik
kita lengah / Dapat berarti banyak / Terlalu dilambungkan
mimpi / Fikiran pun terkunci / Bencana dan keberuntungan
/ Sama-sama nikmat / Menyerah kepada takdir / Hidup
terasa lega / Kita hanyalah bidak-bidak catur / Akan
dimainkan / Selama masih mengasyikkan / Maka jangan
bertingkah / Salah dan membosankan / Tuhan di mana-mana
/ Tuhan Maha Mendengar.
Hemat
CintaMu [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1986 Jackson Records.
Berhentilah sebelum terlambat
/ Kau terjerumus semakin jauh / Berdiri di pinggir kegelapan
/ Di sini di pancuran yang bening / Coba basuh wajah
dan jiwamu / Endapkan hasrat dalam dada / Biarkan asmara
tumbuh wajar / Bersemi dan kembang / Selaras langkah
/ Tak perlu berebut tulang tanpa isi / Sama dengan berebut
kebodohan / Hemat cintamu / Simpanlah putik jauh di
dalam / Taburkan senyuman / Bangkitkan hidup dan ghairah
/ Berhentilah sebelum terjebak / Dalam lingkaran yang
memabukkan / Menyingkirlah dari pusaranya / Percayalah
pada kebenaran / Ia akan datang menuntunmu / Mengangkatmu
dari kegelapan / Mengajakmu dalam ketegaran / Hemat
cintamu / Jangan kau tabur di jalanan / Belibispun terbang
/ Kaki berlumpur bertebaran.
|