Ebiet G. Ade
Lebih canggih dilihat menggunakan skrin 800x600 ke atas dan IE5+ ke atas













Lompat

 

Muzik Nusantara

Kandung

RuangMaya M. Nasir & Kembara
M. Nasir & Kembara

RuangMaya Ebiet G. Ade
Ebiet G. Ade

Sumbangsih - Kumpulan Lagu Malar Segar Sumbangsih

Lagu Raya Sepanjang Zaman
Lagu Raya


Klik sini untuk menurunkan RealOne
This site is RealMedia enhanced

Hantar E-Mel
Warkah-E

Forum Muzik Nusantara
Komen



Zaman
1985 Jackson Records

Zaman

..... Nyanyian Kasmaran
..... Anak
..... Ku Gandeng Tangan GaibMu
..... Zaman
..... Ayah Aku Mohon Maaf
..... Wajahku Masih Yang Kemarin
..... Khilaf
..... Dan Hari Ini Engkau
..... Gadis Remang-Remang
..... Nyanyi Rindu Untuk Ibu

..... kembali ke senarai album

Nyanyian Kasmaran [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.

Sejak engkau bertemu lelaki bermata lembut / Ada yang tersentak dari dalam dadamu / Kau menyendiri / Duduk dalam gelap / Bersenandung nyanyian kasmaran / Dan tersenyum / Entah untuk siapa / Nampaknya engkau tengah mabuk kepayang / Kau pahat langit dengan angan-angan / Kau ukir malam dengan bayang-bayang / Jangan hanya diam kau simpan / Dalam duduk termenung / Malam yang kau sapa / Lewat tanpa jawab / Bersikaplah jujur dan terbuka / Tumpahkanlah perasaan yang sarat / Dengan cinta yang panas bergelora / Barangkali takdir tengah bicara / Ia diperuntukkan buatmu / Dan pandangan matanya memang buatmu / Mengapa harus sembunyi dari kenyataan / Cinta kasih sejati / Kadang datang tak terduga / Bergegaslah bangun dari mimpi / Atau engkau akan kehilangan / Keindahan yang tengah engkau genggam / Anggap saja takdir tengah bicara / Ia datang dari langit buatmu / Dan pandangan matanya khusus buatmu.


Anak [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.

Aku temukan anak kecil kurus terkapar / Menutup wajah dengan telapak tangannya / Aku gamit / Ia terperanjat / Melompat terbangun dan / Menatapku dengan nanar / Lantas berlari bersembunyi / Di balik bayang-bayang pekat / Aku panggil ia dengan suara lembut / Dijulurkan kepala menatap curiga / Dari sudut matanya mengalir / Tetes air bening bercampur dengan keringat / Dari tingkahnya yang gelisah / Dari bibirnya yang bergetar / Ada yang ingin ia katakan / Aku rengkuh dalam pelukanku / Ku tanya apa gerangan yang terjadi / Sambil terisak diceritakan sejujurnya / Terpaksa ia mencuri / Karena lapar yang ditanggung / Tak tertahankan lagi / Namun dari nama yang disandangnya / Aku curiga ada yang tak wajar / Dan aku ingin tahu lebih jauh / Aku antar ia pulang kembali ke rumah / Betapa terkejut aku dibuatnya / Benarkah dari istana megah ini / Dapat terlahir anak yang mirip gelandangan / Tapi setelah aku masuk di dalamnya / Memang terasa ada yang hilang / Rumah ini tak ubahnya seperti neraka / Ayah ibunya sibuk sendiri nan cerai berai / Akhirnya iapun memilih pergi / Barangkali di luar sana dapat dijumpai / Kasih sayang yang diimpikan / Perhatian yang dibutuhkan / Nah sekarang coba / Siapa yang salah?


Ku Gandeng Tangan GaibMu [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.

Aku ingin mengikutiMu / Betapa pun jauh / Perjalanan yang bakal mengasikkan / Menyeberangi laut / Menjelajah awan / Menembus langit dan bintang-bintang / Ku gandeng tangan gaibMu / Dingin pun menjalar / Merasuk kesegenap nadiku / Mengalirkan cinta / Meneteskan kasih / Dalam pelukanMu aku terlena / Gemuruh yang aku dengar / Adakah suaraMu / Gemercik daun bergeser / Aku memanggilMu / Gema yang berputar-putar / Mengurung mencekam / Aku merasa terpencil sendirian / Getaran di dalam dada / Turun satu-satu / Bencana demi bencana / Telah ku lewati / Jiwa raga ku pasrahkan / Hanya kepadaMu / Di sinikah di bukit ini / Kita kan bertemu / Aku hanya ingin bertanya / Dan butuh jawaban / Untuk mengubur segala kekacauan / Di simpang jalan / Aku harus memilih / Berhenti ataukah aku lanjutkan.


Zaman [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.

Lelaki yang tersuruk / Di ketiak angin / Langkahnya terhambat / Gamang dan serba canggung / Gugup terbata-bata / Hilang percaya diri / Meski bersikeras tegak / Nampak tak ada daya / Wajahnya yang tampan / Bahkan terlalu manis / Ditambahi polesan / Lengkaplah kegagalan / Jalan lenggang gemulai / Enteng seperti kapas / Tak tercermin sikap jantan / Sebagaimana kodratnya lelaki / Ia bersembunyi / Menyimpan tangis / Yang tak kuasa dibendung / Ia jatuh cinta / Namun keburu sadar / Itu tak wajar / Tanda tanya bergolak / Di dalam fikirannya / Berdosakah / Sedang iapun tak menghendaki / Siapa gerangan yang dapat membantu / Menjawabnya / Perempuan dongak di atas angin / Kepalanya bengkak / Penuh mimpi kekerasan / Tubuh sintal dan tegap / Menampilkan kejantanan / Tak tercermin sikap lembut / Sebagaimana kodratnya / Rambutnya yang kasar / Kotor berdebu / Diisapnya cerutu / Bibir retak terbakar / Langkah dihentak-hentak / Galak seperti Singa / Ia ingin tampil lengkap / Sebagaimana layaknya lelaki / Aku punya gagasan / Untuk mempertemukan mereka berdua / Agar saling isi / Dengan cerita derita duka lara / Barangkali nanti / Tumbuh naluri sejati / Dan kembali seperti sediakala / Semua jawabnya / Hanyalah Tuhan yang mengerti / Sekali lagi jawabnya / Hanya Tuhan yang mengerti.


Ayah Aku Mohon Maaf [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.

Dan pohon kemuning / Akan segra ku tanam / Satu saat kelak / Dapat jadi peneduh / Meskipun hanya jasad / Bersemayam di sini / Biarkan aku taffakur / Bila rindu kepadamu / Walau tak terucap / Aku sangat kehilangan / Sebagian semangatku / Ada dalam doamu / Warisan yang kau tinggal / Petua sederhana / Aku catat dalam jiwa / Dan coba ku jalankan / Meskipun aku tak dapat / Menungguimu saat terakhir / Namun aku tak kecewa / Mendengar engkau berangkat / Dengan senyum dan ikhlas / Aku yakin kau cukup bawa bekal / Dan aku bangga jadi anakmu / Ayah aku berjanji / Akan aku kirimkan / Doa yang pernah engkau ajarkan kepadaku / Setiap sujud sembahyang / Engkau hadir terbayang / Tolong bimbinglah aku / Meskipun kau dari sana / Sesungguhnyalah aku menangis sangat lama / Namun aku pendam / Agar engkau berangkat dengan tenang / Sesungguhnyalah aku merasa belum cukup berbakti / Namun aku yakin engkau telah memaafkanku / Air hujan mengguyur sekujur bumi / Kami yang ditinggalkan / Tabah dan tawakkal / Ayah aku mohon maaf / Atas keluputanku / Yang aku sengaja / Maupun tak ku sengaja / Tolong padangi kami / Dengan sinarnya Sorga / Teriring doa selamat jalan / Buatmu ayah tercinta.


Wajahku Masih Yang Kemarin [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.

Tak pernah aku bermimpi / Duduk di atas panggung gemerlap / Menyandang gitar dan harmonika / Aku mesti bernyanyi / Sorot lampu yang menyilaukan / Ribuan pasang mata menikam / Sudut jantungku rasa bergolak / Dan seluruh tubuhku gemetar / Aku berteriak sekerasnya / Ku petik gitar secepatnya / Ku tiup harmonikaku / Kala nafas terasa lega / Mataku rapatku pejamkan / Terasa hanya sendirian / Bersemangat bicara / Menumpahkan seluruh kegalauan / Yang menggumpal di dada / Setelah nyanyian ku usai / Tepuk tangan pun membelah langit / Aku melambung terasa melayang / Rasanya aku tak percaya / Di balik panggung aku berkaca / Wajahku masih yang kemarin / Hanya terasa sepi bergayut / Beban yang harus ku pikul / Inilah nyanyianku yang sejujurnya.


Khilaf [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.

Makin jauh kau terkubur / Lingkaran angan-angan / Engkau tak sanggup lepas dari belenggu / Terbenam dalam mimpi / Yang melambung jauh ke Sorga / Dan lupalah segala-galanya / Matamu kau butakan / Telinga tak mendengar / Perjalanan roda dunia / Engkau menipu diri / Menyusup dalam lumpur / Terbang melayang / Hinggap di keindahan semu / Kawan / Demi Tuhan aku rela menangis / Bila saja airmataku / Dapat membuka kesedaranmu / Kembali melintasi sisa hari / Dengan bertobat / Buang jauh-jauh / Mimpi yang memabukkan / Terbukalah mata / Marilah kita jalan bersama / Entah apa yang kau tangkap / Dengan kataku ini / Aku masih tetap menghormatimu / Cobalah berfikir waras / Hadapi semua tentangan / Maafkan aku terpaksa meninggalkanmu.


Dan Hari Ini Engkau [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
(Ilham lirik dari Drs. Vredi Kastam Marta dalam rancangan lebaran TVRI)

Lembut suara seruling / Entah siapa gerangan yang meniup / Bak tetes embun / Tatkala kau terjaga / Tak ada lagi tanda tanya / Apakah esok bakal jadi milikmu / Dan sinar matahari / Merangkak bangkit tinggalkan kaki langit / Menyongsong hari ini yang penuh harapan / Berkemaslah tinggalkan masa silam / Yang dibelenggu kegelapan / Marilah kita bersyukur / Bersama-sama ucap Alhamdulillah / Dan kita peringati / Setiap kali dengan Dzikrullah / Kita buka langkah baru / Lembar-lembar keindahan / Dengan Bismillah / Dan hari ini engkau / Dengan tegar ucapkan selamat tinggal / Kepada kebodohan / Kepada terik jalanan / Kepada langkah yang termangu / Dan kau bawa / Dengan hati goyah.


Gadis Remang-Remang [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.

Waktu kau bicara / Berhamburlah bujuk manis / Bagai madu / Melantunkan segala pujian / Bergelora dada setiap lelaki / Yang mendengar / Waktu kau menatap / Kau rentang busur / Kau lepas anak panah / Menuju sasaran akurat / Berbungalah dada setiap lelaki / Yang terlena / Gadis, / Jalan yang kau tempuh / Rasanya keliru / Malam yang bening ini / Engkau perlakukan / Rumah kegelapan / Aku nasihatkan kepadamu / Tak semua lelaki / Gampang tergoda / Tak akan lama kau dapat bertahan / Di dalam nista / Waktu telah berjalan / Semua mata merobekmu / Hina dina / Hanya tinggallah satu jalan / Bertobat dan kubur semua kenangan / Gadis jalang / Gadis, / Mimpimu kusut masai / Seperti sampah / Malam yang bening ini / Engkau perlakukan / Rumah kegelapan / Aku nasihatkan kepadamu / Tak akan lama nikmat dapat kau reguk / Tak akan lama kau dapat bertahan / Di dalam nista.


Nyanyi Rindu Untuk Ibu [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.

Tubuhmu yang terbungkuk / Tersandar lemah / Di kursi kayu tua / Jemari kurus terkulai / Menggenggam pena / Engkau goreskan sajak / Sisa rambutmu perak / Tinggal segenggam / Terbaca pahit / Kerasnya perjalanan / Nampaknya ingin kau tumpahkan / Seluruhnya / Di dalam puisi / Dari alis matamu / Terbentuk garis / Guratan kokoh jiwa / Angin yang deras menghempas / Tak kau hiraukan / Batinmu kuat bertahan / Meskipun raga semakin rapuh / Tak pernah risau / Selalu tersimpul senyum / Sepantasnyalah ku jadikan suri teladan / Potret perjuangan / Oh! ibu / Ada yang ingin ku tanyakan padamu / Hasil panenan kemarau ini / Sesubur panen yang kita petik bersama / Oh! ibu / Apa khabar sawah kita sepetak / Masih bisakah kita tanami / Atau terendam ditelan zaman / Setelah cucumu lahir / Aku lebih faham / Betapa beratnya / Membesarkan dan setia melindungi / Semua anak-anakmu / Kita yang selalu hidup sederhana / kau sanggup mengasuh / Hingga kami dewasa / Dengarkanlah nyanyian / Yang aku peruntukkan buatmu ibu.

 

kembali ke atas

 

1