|
Nyanyian
Kasmaran [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
Sejak
engkau bertemu lelaki bermata lembut / Ada yang tersentak
dari dalam dadamu / Kau menyendiri / Duduk dalam gelap
/ Bersenandung nyanyian kasmaran / Dan tersenyum / Entah
untuk siapa / Nampaknya engkau tengah mabuk kepayang
/ Kau pahat langit dengan angan-angan / Kau ukir malam
dengan bayang-bayang / Jangan hanya diam kau simpan
/ Dalam duduk termenung / Malam yang kau sapa / Lewat
tanpa jawab / Bersikaplah jujur dan terbuka / Tumpahkanlah
perasaan yang sarat / Dengan cinta yang panas bergelora
/ Barangkali takdir tengah bicara / Ia diperuntukkan
buatmu / Dan pandangan matanya memang buatmu / Mengapa
harus sembunyi dari kenyataan / Cinta kasih sejati /
Kadang datang tak terduga / Bergegaslah bangun dari
mimpi / Atau engkau akan kehilangan / Keindahan yang
tengah engkau genggam / Anggap saja takdir tengah bicara
/ Ia datang dari langit buatmu / Dan pandangan matanya
khusus buatmu.
Anak
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
Aku
temukan anak kecil kurus terkapar / Menutup wajah dengan
telapak tangannya / Aku gamit / Ia terperanjat / Melompat
terbangun dan / Menatapku dengan nanar / Lantas berlari
bersembunyi / Di balik bayang-bayang pekat / Aku panggil
ia dengan suara lembut / Dijulurkan kepala menatap curiga
/ Dari sudut matanya mengalir / Tetes air bening bercampur
dengan keringat / Dari tingkahnya yang gelisah / Dari
bibirnya yang bergetar / Ada yang ingin ia katakan /
Aku rengkuh dalam pelukanku / Ku tanya apa gerangan
yang terjadi / Sambil terisak diceritakan sejujurnya
/ Terpaksa ia mencuri / Karena lapar yang ditanggung
/ Tak tertahankan lagi / Namun dari nama yang disandangnya
/ Aku curiga ada yang tak wajar / Dan aku ingin tahu
lebih jauh / Aku antar ia pulang kembali ke rumah /
Betapa terkejut aku dibuatnya / Benarkah dari istana
megah ini / Dapat terlahir anak yang mirip gelandangan
/ Tapi setelah aku masuk di dalamnya / Memang terasa
ada yang hilang / Rumah ini tak ubahnya seperti neraka
/ Ayah ibunya sibuk sendiri nan cerai berai / Akhirnya
iapun memilih pergi / Barangkali di luar sana dapat
dijumpai / Kasih sayang yang diimpikan / Perhatian yang
dibutuhkan / Nah sekarang coba / Siapa yang salah?
Ku
Gandeng Tangan GaibMu
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
Aku ingin mengikutiMu
/ Betapa pun jauh / Perjalanan yang bakal mengasikkan
/ Menyeberangi laut / Menjelajah awan / Menembus langit
dan bintang-bintang / Ku gandeng tangan gaibMu / Dingin
pun menjalar / Merasuk kesegenap nadiku / Mengalirkan
cinta / Meneteskan kasih / Dalam pelukanMu aku terlena
/ Gemuruh yang aku dengar / Adakah suaraMu / Gemercik
daun bergeser / Aku memanggilMu / Gema yang berputar-putar
/ Mengurung mencekam / Aku merasa terpencil sendirian
/ Getaran di dalam dada / Turun satu-satu / Bencana
demi bencana / Telah ku lewati / Jiwa raga ku pasrahkan
/ Hanya kepadaMu / Di sinikah di bukit ini / Kita kan
bertemu / Aku hanya ingin bertanya / Dan butuh jawaban
/ Untuk mengubur segala kekacauan / Di simpang jalan
/ Aku harus memilih / Berhenti ataukah aku lanjutkan.
Zaman
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
Lelaki yang tersuruk
/ Di ketiak angin / Langkahnya terhambat / Gamang dan
serba canggung / Gugup terbata-bata / Hilang percaya
diri / Meski bersikeras tegak / Nampak tak ada daya
/ Wajahnya yang tampan / Bahkan terlalu manis / Ditambahi
polesan / Lengkaplah kegagalan / Jalan lenggang gemulai
/ Enteng seperti kapas / Tak tercermin sikap jantan
/ Sebagaimana kodratnya lelaki / Ia bersembunyi / Menyimpan
tangis / Yang tak kuasa dibendung / Ia jatuh cinta /
Namun keburu sadar / Itu tak wajar / Tanda tanya bergolak
/ Di dalam fikirannya / Berdosakah / Sedang iapun tak
menghendaki / Siapa gerangan yang dapat membantu / Menjawabnya
/ Perempuan dongak di atas angin / Kepalanya bengkak
/ Penuh mimpi kekerasan / Tubuh sintal dan tegap / Menampilkan
kejantanan / Tak tercermin sikap lembut / Sebagaimana
kodratnya / Rambutnya yang kasar / Kotor berdebu / Diisapnya
cerutu / Bibir retak terbakar / Langkah dihentak-hentak
/ Galak seperti Singa / Ia ingin tampil lengkap / Sebagaimana
layaknya lelaki / Aku punya gagasan / Untuk mempertemukan
mereka berdua / Agar saling isi / Dengan cerita derita
duka lara / Barangkali nanti / Tumbuh naluri sejati
/ Dan kembali seperti sediakala / Semua jawabnya / Hanyalah
Tuhan yang mengerti / Sekali lagi jawabnya / Hanya Tuhan
yang mengerti.
Ayah
Aku Mohon Maaf [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
Dan pohon kemuning /
Akan segra ku tanam / Satu saat kelak / Dapat jadi peneduh
/ Meskipun hanya jasad / Bersemayam di sini / Biarkan
aku taffakur / Bila rindu kepadamu / Walau tak terucap
/ Aku sangat kehilangan / Sebagian semangatku / Ada
dalam doamu / Warisan yang kau tinggal / Petua sederhana
/ Aku catat dalam jiwa / Dan coba ku jalankan / Meskipun
aku tak dapat / Menungguimu saat terakhir / Namun aku
tak kecewa / Mendengar engkau berangkat / Dengan senyum
dan ikhlas / Aku yakin kau cukup bawa bekal / Dan aku
bangga jadi anakmu / Ayah aku berjanji / Akan aku kirimkan
/ Doa yang pernah engkau ajarkan kepadaku / Setiap sujud
sembahyang / Engkau hadir terbayang / Tolong bimbinglah
aku / Meskipun kau dari sana / Sesungguhnyalah aku menangis
sangat lama / Namun aku pendam / Agar engkau berangkat
dengan tenang / Sesungguhnyalah aku merasa belum cukup
berbakti / Namun aku yakin engkau telah memaafkanku
/ Air hujan mengguyur sekujur bumi / Kami yang ditinggalkan
/ Tabah dan tawakkal / Ayah aku mohon maaf / Atas keluputanku
/ Yang aku sengaja / Maupun tak ku sengaja / Tolong
padangi kami / Dengan sinarnya Sorga / Teriring doa
selamat jalan / Buatmu ayah tercinta.
Wajahku
Masih Yang Kemarin [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
Tak pernah aku bermimpi
/ Duduk di atas panggung gemerlap / Menyandang gitar
dan harmonika / Aku mesti bernyanyi / Sorot lampu yang
menyilaukan / Ribuan pasang mata menikam / Sudut jantungku
rasa bergolak / Dan seluruh tubuhku gemetar / Aku berteriak
sekerasnya / Ku petik gitar secepatnya / Ku tiup harmonikaku
/ Kala nafas terasa lega / Mataku rapatku pejamkan /
Terasa hanya sendirian / Bersemangat bicara / Menumpahkan
seluruh kegalauan / Yang menggumpal di dada / Setelah
nyanyian ku usai / Tepuk tangan pun membelah langit
/ Aku melambung terasa melayang / Rasanya aku tak percaya
/ Di balik panggung aku berkaca / Wajahku masih yang
kemarin / Hanya terasa sepi bergayut / Beban yang harus
ku pikul / Inilah nyanyianku yang sejujurnya.
Khilaf
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
Makin jauh kau terkubur
/ Lingkaran angan-angan / Engkau tak sanggup lepas dari
belenggu / Terbenam dalam mimpi / Yang melambung jauh
ke Sorga / Dan lupalah segala-galanya / Matamu kau butakan
/ Telinga tak mendengar / Perjalanan roda dunia / Engkau
menipu diri / Menyusup dalam lumpur / Terbang melayang
/ Hinggap di keindahan semu / Kawan / Demi Tuhan aku
rela menangis / Bila saja airmataku / Dapat membuka
kesedaranmu / Kembali melintasi sisa hari / Dengan bertobat
/ Buang jauh-jauh / Mimpi yang memabukkan / Terbukalah
mata / Marilah kita jalan bersama / Entah apa yang kau
tangkap / Dengan kataku ini / Aku masih tetap menghormatimu
/ Cobalah berfikir waras / Hadapi semua tentangan /
Maafkan aku terpaksa meninggalkanmu.
Dan
Hari Ini Engkau [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
(Ilham lirik dari Drs. Vredi Kastam Marta dalam rancangan
lebaran TVRI)
Lembut suara seruling
/ Entah siapa gerangan yang meniup / Bak tetes embun
/ Tatkala kau terjaga / Tak ada lagi tanda tanya / Apakah
esok bakal jadi milikmu / Dan sinar matahari / Merangkak
bangkit tinggalkan kaki langit / Menyongsong hari ini
yang penuh harapan / Berkemaslah tinggalkan masa silam
/ Yang dibelenggu kegelapan / Marilah kita bersyukur
/ Bersama-sama ucap Alhamdulillah / Dan kita peringati
/ Setiap kali dengan Dzikrullah / Kita buka langkah
baru / Lembar-lembar keindahan / Dengan Bismillah /
Dan hari ini engkau / Dengan tegar ucapkan selamat tinggal
/ Kepada kebodohan / Kepada terik jalanan / Kepada langkah
yang termangu / Dan kau bawa / Dengan hati goyah.
Gadis
Remang-Remang
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
Waktu kau bicara / Berhamburlah
bujuk manis / Bagai madu / Melantunkan segala pujian
/ Bergelora dada setiap lelaki / Yang mendengar / Waktu
kau menatap / Kau rentang busur / Kau lepas anak panah
/ Menuju sasaran akurat / Berbungalah dada setiap lelaki
/ Yang terlena / Gadis, / Jalan yang kau tempuh / Rasanya
keliru / Malam yang bening ini / Engkau perlakukan /
Rumah kegelapan / Aku nasihatkan kepadamu / Tak semua
lelaki / Gampang tergoda / Tak akan lama kau dapat bertahan
/ Di dalam nista / Waktu telah berjalan / Semua mata
merobekmu / Hina dina / Hanya tinggallah satu jalan
/ Bertobat dan kubur semua kenangan / Gadis jalang /
Gadis, / Mimpimu kusut masai / Seperti sampah / Malam
yang bening ini / Engkau perlakukan / Rumah kegelapan
/ Aku nasihatkan kepadamu / Tak akan lama nikmat dapat
kau reguk / Tak akan lama kau dapat bertahan / Di dalam
nista.
Nyanyi
Rindu Untuk Ibu
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1985 Jackson Records.
Tubuhmu yang terbungkuk
/ Tersandar lemah / Di kursi kayu tua / Jemari kurus
terkulai / Menggenggam pena / Engkau goreskan sajak
/ Sisa rambutmu perak / Tinggal segenggam / Terbaca
pahit / Kerasnya perjalanan / Nampaknya ingin kau tumpahkan
/ Seluruhnya / Di dalam puisi / Dari alis matamu / Terbentuk
garis / Guratan kokoh jiwa / Angin yang deras menghempas
/ Tak kau hiraukan / Batinmu kuat bertahan / Meskipun
raga semakin rapuh / Tak pernah risau / Selalu tersimpul
senyum / Sepantasnyalah ku jadikan suri teladan / Potret
perjuangan / Oh! ibu / Ada yang ingin ku tanyakan padamu
/ Hasil panenan kemarau ini / Sesubur panen yang kita
petik bersama / Oh! ibu / Apa khabar sawah kita sepetak
/ Masih bisakah kita tanami / Atau terendam ditelan
zaman / Setelah cucumu lahir / Aku lebih faham / Betapa
beratnya / Membesarkan dan setia melindungi / Semua
anak-anakmu / Kita yang selalu hidup sederhana / kau
sanggup mengasuh / Hingga kami dewasa / Dengarkanlah
nyanyian / Yang aku peruntukkan buatmu ibu.
|