|
Bingkai
Mimpi [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
Dalam
kepekatan mimpiku / WajahMu tersembunyi / Alam semesta
/ Matahari, bintang, rembulan / Semua datang sujud buatMu
/ Menikam cinta paling dalam / Dari sudut manakah gerangan
/ Aku dapat segera mulai / Melukiskan Engkau / Yang
kasat mata / Namun ada / Bahkan mengalir dalam darah
/ Hidup telah ku janjikan buatMu / Garis-garis aku satukan
/ Menampilkan watak yang beringas / Titik-titik aku
kumpulkan / Menampilkan rona geriap / Terlalu jauh dari
wajahMu / Yang agung, teduh dan kasih / Kini ku yakini
sepenuhnya / Engkau tak mungkin ku gambar / Tinggal
ku mohon ampunanMu / Atas kelancangan/kedangkalan mimpiku
/ Dalam kesejukan nafasMu / Aku khusuk sembahyang /
Barangkali / Dapat ku tafsirkan makna firmanMu / Peluklah
aku dalam damai / Siramilah dengan cinta.
Catatan
Seorang Penyair
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
Pengembara
/ Penyair jalanan / Sepi ia semadi / Di dalam sanggar
/ Langlang jagat raya / Sekejap dari dalam bilik / Berbantal
setumpuk buku / Memasang mata dan fikiran / Ada khabar
apakah gerangan / Dari bumi belahan seberang / Kami
rindu suasana baru / Di sini telah terasa pengap / Di
sini telah terasa gelap / Perjalanan / Di dalam batin
/ Merangkak di atas langit / Menyusuri semua ngarai
/ Banyak yang tersembunyi / Dan belum sempat terungkapkan
/ Rahasia lingkar bima sakti / Misteri mesti diuraikan
/ Mari kita kupas seluruhnya / Jangan sisakan barang
sedikit / Langkah baru segera kita ambil / Mengakhiri
cerita kusam / Salin dengan cerita indah / Mengembara
/ Menembus ruang / Batas mimpi-mimpi / Dan alam sadar
/ Lewat tiga langkah / Pandangan dan fikiranmu / Tetapi
kadangkala kabur / Terpaut jarak terlampau jauh / Marilah
kita coba dengarkan / Jalan fikirannya yang cemerlang
/ Siapa tahu dapat kita mengerti / Jangan lihat siapa
bicara / Tapi dengar apa katanya.
Sejoli
Kasih Sarman Dan Lasmi
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
Sepasang kekasih yang
terjerat / Lingkaran cinta yang menggebu / Setiap kali
mereka sempat bertemu / Rindu hanya mengalir lewat pandang
/ Di sudut jantung yang kering tandus / Cinta sejati
telah dipatri / Meskipun selalu dibelenggu was-was /
Satu saat mereka dipisahkan / Sarman hanya punya cinta
setulusnya / Untuk Lasmi gadis ikal mayang / Mereka
berdua telah sepakat / Membuka ladang cinta yang musykil
/ Sarman hanya buruh pekerja kasar / Lasmi putri pejabat
negri / Bertekas membina kasih bersemi / Menyeberangi
takdir / Berjalin jari / Seperti petir di tengahari
/ Ada khabar yang menggemparkan / Sarman dengan sepenuh
kejantanan / Melamar Lasmi si gadis impian / Sungguh-sungguh
di luar dugaan / Pejabat negri tak keberatan / Berlangsunglah
pesta kawin sederhana / Dengan segala hikmat dan sukacita.
Taubat
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
KepadaMu / Ingin ku persembahkan
/ Bakti dan sujudku / Sekian lama / Terselubung dalam
langit / Namun aku tetap setia / Mencari / Engkau yang
memberi / Kehidupan / Dan senantiasa akan menjaga /
Biarlah jiwa ku pasrahkan / Peluklah / Ragaku di dalam
dekapanMu / KepadaMu / Ingin aku tumpahkan / Segala-galanya
/ Jalan panjang / Telah aku lewati / Menyusuri kegelapan
/ Secercah / Sinar yang gemintang / Merasuk / Membuka
seluruh kesadaranku / Di mana / Aku dapat rebah / Tenteram
/ Tidur lena dalam pelukanMu.
Konserto
Doa
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
Ke mari berkumpul / Duduk
melingkariku / Semua anakku tercinta / Ada yang ingin
ku wasiatkan / Sebelum aku harus pergi jauh / Jalan
kalian masih luas terbentang / Pandai-pandailah memilih
/ Iman di tangan jangan dilepas / Jadikan azimat penuntun
hidup / "Terimakasih kami tak terhingga / Petua
ayahanda akan kami simpan / Di dalam sanubari yang paling
dalam / Menjadi pedoman memilih jalan" / Legalah
sudah hatiku sekarang / Mendengar janji kalian ucapkan
/ Kerna zaman ini tengah bergolak / Membawa iklim buruk
panas menyesatkan / Tuhan bimbinglah anak dan cucuku
/ Yang muda memang banyak lupa / Telah ku tanamkan iman
di dada / Semoga mereka memilih jalanMu / "Terimakasih
kepadaMu Tuhan / Engkau tak berpaling dari kami yang
lalai / Luluskanlah doa kami bersama / Untuk kesehatan
ayah tercinta / Untuk seluruh umat seisi dunia / Amin.....".
Pengemis
Dan Tukang Copet
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
Anak lelaki kering kerontang
/ Bersandar di besi palka / Mata terpejam / Sepotong
roti yang digenggam / Tak dapat sembunyikan / Dia pasti
anak derita / Dia anak gelandangan / Lelaki tua rambut
beruban / Menjulurkan kepala saat lewat melintas / Untuk
menengok sahabatnya / Sikecil kurus kering / Sepanjang
gerbong ditelusuri / Menyambung hari ini / Ditepuknya
pundak si kurus kering / Lutut tertekuk rapat ke dada
/ Diguncangkan tulang belulang / Tetap diam tak bergeming
/ Menangis si tua sendirian / Sahabat yang setia mati
kelaparan / Burung gereja berkerumun / Belasungkawa
/ Direbahkan tubuh dan diam / Ia putus asa / Bacalah
di koran hari ini / Dua orang lelaki tua dan muda /
Mati bersama berpelukan / Di atas palka / Pencopet tua
dan pengemis / Sahabat sejati.
Puisi
Bulan Madu [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
Dalam kesempatan yang
lama ku tunggu / Cuaca cerah memancar sinar rembulan
/ Membantu ku membunuh kegalauan jiwa / Bunga tulip
mekar subur di dada / Dalam percintaan yang hangat menggebu
/ Marilah kita saling melebur diri / Simpanlah cintaku
sedalam-dalamnya / Cintamu pun lekat di jantung hati
/ Buang jauh-jauh onak dan duri / Mari kita lintasi
semua bumi / Pejamkan matamu hirup kenyamanan / Cinta
telah terpatri selamanya / Bersama kita dengar nyanyian
bunga / Mimpi-mimpi yang usang kita kubur / Menggenggam
hari ini seerat mungkin / Perjalanan kita masih sangat
panjang.
Eksekusi
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
Apalagi yang ingin kau
katakan / Mumpung aku masih di sini / Tumpahkan saja
segala-galanya / Mungkin aku dapat membantu / Setidaknya
akan ku khabarkan / Derita tengah kau tanggung / Dingin
terali, dingin ubin tua / Dingin matamu memandang /
Ini sisir rapikan rambutmu / Rasakan senyum matahari
/ Engkau masih seperti dulu / Murah senyum dan ramah
tamah / Di ujung peluru kau ketemu ajal / Tebus kekeliruan
/ Bertobatlah jiwa dan raga / Tuhan Maha Pengampun /
Syukur bila lagu ini / Sampai tembus ke alam baka /
Aku kirim doa kesejukan / Agar sukmamu tenteram istirah
/ Atas nama bangsa yang bijak / Dosamu turut terkubur
/ Atas nama semua kerabatmu / Aku memaafkan kamu.
Dongeng
Dari Negri Antah Berantah [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
Hormatilah jabatanku
/ Putra tunggal kepala kampung / Punya hak untuk tolak
pinggang pemerintah / Ku pelihara kesombongan / Sorot
mata segalak mungkin / Untuk menjaga martabat dan wibawa
/ Hari ini aku dipanggil / Menghadap ayah terhormat
/ Melaporkah tugasku / Mengelola dagang / Model putra
bangsawan / Cara yang aku terapkan / Gampang tak perlu
berfikir / Yang penting bisa memanfaatkan kesempatan
/ Jabatan ayahku / Semua berjalan lancar / Betapa aku
tersinggung / Dengan seorang patriot / Berani ia mengecam
tingkahku / Untung saja lima pengawalku / Segera melingkus
tulang belulang / Caci maki aku semburkan / Di kupingnya
/ Ku ingatkan sekali lagi / Aku putra kepala kampung
/ Jangan coba melawan / Kalau tak ingin susah / Sebaiknyalah
kau diam / Aku jalankan perintah / Ayahanda yang agung
/ Menindas nyali rakyatku / Agar tak banyak tingkah
/ Agar semua bisu / Menurut selalu patuh / Inilah cerita
keji / Dari negri antah berantah / Sepantasnyalah jadi
timbangan bagi kita / Meskipun hanya dongengan / Tapi
cukup meremas jantung / Semoga saja takkan terjadi /
Di negri ini.
Nyanyian
Bumi Seberang (Bona Ni Pasogit)
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1984 Jackson Records.
Menyeberangi danau biru
terbentang / Bersama istri dan anakku belayar / Singgah
di sana / Di pulau yang terpencil / Di tengah hamparan
telaga / Menyimpan keindahan / Dan aku pun terperangan
/ Ada yang menegurku / Selintas layaknya ia marah dan
membentak / Namun ternyata dari sinar matanya / Terpancar
ketulusan sikap bersahabat / Aku ingin hening dan pejamkan
mata / Untuk menyimpan apa yang ku saksikan / Suling
berserak bercampur songket dagangan / Bertahan dalam
kasih bumi leluhur / Meskipun alam tak banyak membantu
/ Namun kegigihan sanggup merubah / Tandus tanah ini
ladang kehidupan / Akupun terkesima dan enggan pulang
/ Dan esok harinya kami mendaki / Untuk menikmati keindahan
dari bukit / Dan di sana di tengah lingkaran air / Mereka
gigih bertahan / Semangat baja.
|