|
Nyanyian
Rindu [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
Coba
engkau katakan padaku / Apa yang seharusnya aku lakukan
/ Bila larut tiba / Wajahmu terbayang / Kerinduan ini
semakin dalam / Gemuruh ombak di pantai Kuta / Sejuk
lembut angin di Bukit Kintamani / Gadis-gadis kecil
/ Menjajakan cincin / Tak mampu mengusir kau yang manis
/ Bila saja / Kau ada di sampingku / Sama-sama harungi
danau biru / Bila malam / Mata enggan terpejam / Berbincang
tentang bulan merah / Coba engkau dengar lagu ini /
Aku yang tertidur / Dan tengah bermimpi / Langit-langit
kamar / Jadi penuh gambar / Wajahmu yang bening, sejuk,
segar / Kapan lagi kita akan bertemu / Meski hanya sekilas
kau tersenyum / Kapan lagi kita nyanyi bersama / Tatapanmu
membasuh luka.
Camellia
IV (Requiem) [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
Senja
hitam / Di tengah ladang / i hujung pematang engkau
berdiri / Putih di antara ribuan kembang / Langit di
atas rambutmu / Merah tembaga / Engkau memandangku /
Bergetar bibirmu memanggilku / Basah di pipimu air mata
/ Kerinduan / Kedamaian / Batu hitam / Di atas tanah
merah / Di sini akan aku tumpahkan rindu / Ku genggam
lalu ku taburkan kembang / Berlutut dan berdoa / Sorgalah
di tanganmu / Tuhanlah di sisimu / Kematian hanyalah
tidur panjang / Maka mimpi indahlah engkau / Camellia
/ Pagi / Engkau berangkat / Hati mulai membatu / Malam
/ Ku petik gitar dan terdengar / Senandung ombak di
lautan / Menambah rindu dan gelisah / Adakah angin gunung
/ Adakah angin padang / Mendengar keluhanku / Mendengar
jeritanku / Dan membebaskan nasibku / Dari belenggu
/ Sepi.
Titip
Rindu Buat Ayah
[dengar] / [dengar
versi 1995 /
2001]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
Di matamu masih tersimpan
/ Selaksa peristiwa / Benturan dan hempasan / Terpahat
di keningmu / Kau nampak tua dan lelah / Keringat mengucur
deras / Namun kau tetap tabah / Meski nafasmu kadang
tersengal / Memikul beban yang makin sarat / Kau tetap
bertahan / Engkau telah mengerti hitam / Dan merah jalan
ini / Keriput tulang pipimu / Gambaran perjuangan /
Bahumu yang dulu kekar / Legam terbakar matahari / Kini
kurus dan terbungkuk / Namun semagat tak pernah pudar
/ Meski langkahmu kadang gemetar / Kau tetap setia /
Ayah / Dalam hening sepi ku rindu / Untuk menuai padi
milik kita / Tapi / Kerinduan tinggal hanya kerinduan
/ Anakmu sekarang / Banyak menanggung beban.
Nyanyian
Pendek Buat Anak Gadis Berambut Panjang
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
Mestinya aku gembira
/ Banyak gadis yang memandangku / Ada yang cantik /
Dan ada yang manis / Ada yang lincah / Ada pula yang
diam / Semua menjanjikan kasih sayang / Mestinya aku
tertawa / Bila mereka bercanda / Menghibur diri / Demi
membunuh sepi / Bayang-bayang hitam / Lekat saja memburu
/ Kapankah terbuka selimut rindu / Anak manis berambut
panjang / Selintas kau datang / Tinggalkan merah goresan
cinta / Tak gampang ku lupa / Anak manis tengok jantungku
/ Yang menyimpan rindu / Anak manis sambut tanganku
/ Usirlah mimpiku / Sanggupkah ku tunggu / Kerling mata
bermakna / Dengar denting harpa / Menikam pagi buta
/ Salahkah bila aku jatuh cinta / Mestinya engkau aku
bertanya / Gadis mana yang menawanku / Matanya bening
/ Polos sikap dan jujur / Tak berlebihan / Menangkap
kasih sayang / Inikah pertanda / Kabut terbuka.
KepadaMu
Aku Pasrah [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
KepadaMu aku pasrahkan
/ Seluruh jiwa dan ragaku / Hidup dan mati ada di tanganMu
/ Bahagia, sedih ada di jariMu / Cukup lama aku mencari
/ Menembus pekat dan menerjang kelam / Menyusuri langkah
yang makin jauh / Adalah firmanMu pemandu jalanku /
Batu gunung tetap tegap tegar / Meski angin geram menerpa
/ Batu karang tak hendak terhempas / Meski ombak menerjang
terjang / Rindu keteguhan imanku / Hamparan langit biru
/ Kering airmata hapuslah duka / Adalah firmanMu pemandu
jalanku / KepadaMu aku memohon / Nyalakan semangat bangkitkan
nyali / Robohkan tantangan ombak lautan / Rahasia hidup
mesti terpecahkan.
Jakarta
II [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
Ada yang difikirkan /
Sebelum tertidur / Anaknya yang mungil / Dan bermata
jernih / Ada yang di sesali / Kenapa berangkat / Tinggalkan
kampung halaman / Yang ramah tamah / Dikenang kembali
/ Wajah bulat telur istrinya / Dengan lengan yang legam
/ Dan rambut kemerahan / Terbakar matahari / Seperti
didengar lagi / Gerit daun pintu bambu / Lenguh sapi
perahan / Dan anak-anak angsa / Bermain di halaman /
Apa yang dibayangkan / Tentang Jakarta / Ternyata sangatlah
jauh berbeda / Apa yang diimpikan / Terpaksa ditanggalkan
/ Semangatnya yang membara / Perlahan padam / Kini ia
tidur terlentang / Di pinggiran jalan / Berselimut sarung
tua / Bekal dari kerabatnya / Yang masih tersisa / Ingin
ditulis sepucuk surat / Buat istrinya / Bahwa di Jakarta
ini / Bukanlah tempat yang ramah / Dan ia ingin kembali
/ Tapi sebagai lelaki / Ia pantang menyerah / Meski
badai melanda / Ia terus melangkah / Ada sepotong doa
/ Tersimpan di saku / Kenangan merah jingga / Memaksanya
bertahan.
Dua
Menit Ini Misteri
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
Dalam keranda hitam /
Tubuhmu terbujur / Ada misteri yang tak pernah terungkap
/ Alis matamu tebal menyimpan rahasia / Adakah waktu
akan mampu mengurai / Kematian ini memisahkan kita /
Selamat jalan.
Doa
Sepasang Petani Muda [dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
Mari kita tunggu datangnya
hujan / Duduk bersanding di pelataran / Sambil menjaga
mendung di langit / Agar tak ingkar / Agar tak pergi
lagi / Kasih kemarilah duduk merapat / Sama-sama tengadahkan
wajah / Agar lebih tegar kita memohon / Turunnya hujan
/ Basahi bumi ini / Kau dengar ada jeritan / Ilalang
yang terbakar dan musnah / Usah menangis / Simpan di
langit / Jadikan mendung / Segera luruh jatuh/turun
ke bumi / Basahi ladang kita yang butuh minum / Basahi
sawah kita yang kekeringan / Basahi jiwa kita yang putus
asa / Kemarau ini begitu mencekam.
Seberkas
Cinta Yang Sirna
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
Masih sanggup untukku
tahankan / Meski telah kau lumatkan hati ini / Kau sayat
luka baru di atas duka lama / Coba bayangkan betapa
sakitnya / Hanya Tuhanlah yang tahu pasti / Apa gerangan
yang bakal terjadi lagi / Begitu buruk telah kau perlakukan
aku / Ibu menangislah demi anakmu / Sementara aku tengah
bangganya / Mampu tetap setia meski banyak cobaan /
Begitu tulusnya ku buka tanganku / Langit mendung, gelap
malam untukku / Ternyata mengagungkan cinta / Harus
ditebus dengan duka lara / Tetapi akan tetap ku hayati
/ Hikmah sakit hati ini / Telah sempurnakah kekejamanmu
/ Petir menyambar hujan pun turun / Di tengah jalan
sempat aku merenung / Masih adakah cinta yang disebutkan
cinta / Bila kasih sayang kehilangan makna.
Senandung
Jatuh Cinta
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.
Rambutmu yang hitam panjang
/ Jatuh di bahu / Kadang luruh di ujung dagu / Bila
engkau tertunduk / Jemari tanganmu lentik / Lembut memainkan
gitar / Nampaknya rembulan pun terkesima / Lewat satu
lagu / Tak usai kau nyanyikan / Perlahan kau tengadahkan
wajah / Sibakkan rambutmu / Matamu tajam berbinar /
Tembusi kegelapan malam / Burung gagak pun jadi enggan
terbang / Sedetik ku tertegun dalam kesendirian / Gelap
kelam membentang di depan mata / Burung-burung pipit
terbanglah menjauh / Khabarkan pada awan cerita ini:
/ "Aku lagi jatuh cinta / Pada gadis kecil yang
memainkan gitar" / Ombak di laut / Perdu di belantara
/ Kadang mampu menyatu / Dalam satu lagu / Begitu pun
yang ku harap / Dapat mempersempit jarak / Sikapku dan
sifat kekanakanmu.
|