Ebiet G. Ade
Lebih canggih dilihat menggunakan skrin 800x600 ke atas dan IE5+ ke atas













Lompat

 

Muzik Nusantara

Kandung

RuangMaya M. Nasir & Kembara
M. Nasir & Kembara

RuangMaya Ebiet G. Ade
Ebiet G. Ade

Sumbangsih - Kumpulan Lagu Malar Segar Sumbangsih

Lagu Raya Sepanjang Zaman
Lagu Raya


Klik sini untuk menurunkan RealOne
This site is RealMedia enhanced

Hantar E-Mel
Warkah-E

Forum Muzik Nusantara
Komen



Camellia IV
1980 Jackson Records

Camellia IV

..... Nyanyian Rindu
..... Camellia IV (Requiem)
..... Titip Rindu Buat Ayah
..... Nyanyian Pendek Buat Anak Gadis Berambut Panjang
..... KepadaMu Aku Pasrah
..... Jakarta II
..... Dua Menit Ini Misteri
..... Doa Sepasang Petani Muda
..... Seberkas Cinta Yang Sirna
..... Senandung Jatuh Cinta

..... kembali ke senarai album

Nyanyian Rindu [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

Coba engkau katakan padaku / Apa yang seharusnya aku lakukan / Bila larut tiba / Wajahmu terbayang / Kerinduan ini semakin dalam / Gemuruh ombak di pantai Kuta / Sejuk lembut angin di Bukit Kintamani / Gadis-gadis kecil / Menjajakan cincin / Tak mampu mengusir kau yang manis / Bila saja / Kau ada di sampingku / Sama-sama harungi danau biru / Bila malam / Mata enggan terpejam / Berbincang tentang bulan merah / Coba engkau dengar lagu ini / Aku yang tertidur / Dan tengah bermimpi / Langit-langit kamar / Jadi penuh gambar / Wajahmu yang bening, sejuk, segar / Kapan lagi kita akan bertemu / Meski hanya sekilas kau tersenyum / Kapan lagi kita nyanyi bersama / Tatapanmu membasuh luka.


Camellia IV (Requiem) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

Senja hitam / Di tengah ladang / i hujung pematang engkau berdiri / Putih di antara ribuan kembang / Langit di atas rambutmu / Merah tembaga / Engkau memandangku / Bergetar bibirmu memanggilku / Basah di pipimu air mata / Kerinduan / Kedamaian / Batu hitam / Di atas tanah merah / Di sini akan aku tumpahkan rindu / Ku genggam lalu ku taburkan kembang / Berlutut dan berdoa / Sorgalah di tanganmu / Tuhanlah di sisimu / Kematian hanyalah tidur panjang / Maka mimpi indahlah engkau / Camellia / Pagi / Engkau berangkat / Hati mulai membatu / Malam / Ku petik gitar dan terdengar / Senandung ombak di lautan / Menambah rindu dan gelisah / Adakah angin gunung / Adakah angin padang / Mendengar keluhanku / Mendengar jeritanku / Dan membebaskan nasibku / Dari belenggu / Sepi.


Titip Rindu Buat Ayah [dengar] / [dengar versi 1995 / 2001]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

Di matamu masih tersimpan / Selaksa peristiwa / Benturan dan hempasan / Terpahat di keningmu / Kau nampak tua dan lelah / Keringat mengucur deras / Namun kau tetap tabah / Meski nafasmu kadang tersengal / Memikul beban yang makin sarat / Kau tetap bertahan / Engkau telah mengerti hitam / Dan merah jalan ini / Keriput tulang pipimu / Gambaran perjuangan / Bahumu yang dulu kekar / Legam terbakar matahari / Kini kurus dan terbungkuk / Namun semagat tak pernah pudar / Meski langkahmu kadang gemetar / Kau tetap setia / Ayah / Dalam hening sepi ku rindu / Untuk menuai padi milik kita / Tapi / Kerinduan tinggal hanya kerinduan / Anakmu sekarang / Banyak menanggung beban.

Nyanyian Pendek Buat Anak Gadis Berambut Panjang [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

Mestinya aku gembira / Banyak gadis yang memandangku / Ada yang cantik / Dan ada yang manis / Ada yang lincah / Ada pula yang diam / Semua menjanjikan kasih sayang / Mestinya aku tertawa / Bila mereka bercanda / Menghibur diri / Demi membunuh sepi / Bayang-bayang hitam / Lekat saja memburu / Kapankah terbuka selimut rindu / Anak manis berambut panjang / Selintas kau datang / Tinggalkan merah goresan cinta / Tak gampang ku lupa / Anak manis tengok jantungku / Yang menyimpan rindu / Anak manis sambut tanganku / Usirlah mimpiku / Sanggupkah ku tunggu / Kerling mata bermakna / Dengar denting harpa / Menikam pagi buta / Salahkah bila aku jatuh cinta / Mestinya engkau aku bertanya / Gadis mana yang menawanku / Matanya bening / Polos sikap dan jujur / Tak berlebihan / Menangkap kasih sayang / Inikah pertanda / Kabut terbuka.


KepadaMu Aku Pasrah [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

KepadaMu aku pasrahkan / Seluruh jiwa dan ragaku / Hidup dan mati ada di tanganMu / Bahagia, sedih ada di jariMu / Cukup lama aku mencari / Menembus pekat dan menerjang kelam / Menyusuri langkah yang makin jauh / Adalah firmanMu pemandu jalanku / Batu gunung tetap tegap tegar / Meski angin geram menerpa / Batu karang tak hendak terhempas / Meski ombak menerjang terjang / Rindu keteguhan imanku / Hamparan langit biru / Kering airmata hapuslah duka / Adalah firmanMu pemandu jalanku / KepadaMu aku memohon / Nyalakan semangat bangkitkan nyali / Robohkan tantangan ombak lautan / Rahasia hidup mesti terpecahkan.


Jakarta II [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

Ada yang difikirkan / Sebelum tertidur / Anaknya yang mungil / Dan bermata jernih / Ada yang di sesali / Kenapa berangkat / Tinggalkan kampung halaman / Yang ramah tamah / Dikenang kembali / Wajah bulat telur istrinya / Dengan lengan yang legam / Dan rambut kemerahan / Terbakar matahari / Seperti didengar lagi / Gerit daun pintu bambu / Lenguh sapi perahan / Dan anak-anak angsa / Bermain di halaman / Apa yang dibayangkan / Tentang Jakarta / Ternyata sangatlah jauh berbeda / Apa yang diimpikan / Terpaksa ditanggalkan / Semangatnya yang membara / Perlahan padam / Kini ia tidur terlentang / Di pinggiran jalan / Berselimut sarung tua / Bekal dari kerabatnya / Yang masih tersisa / Ingin ditulis sepucuk surat / Buat istrinya / Bahwa di Jakarta ini / Bukanlah tempat yang ramah / Dan ia ingin kembali / Tapi sebagai lelaki / Ia pantang menyerah / Meski badai melanda / Ia terus melangkah / Ada sepotong doa / Tersimpan di saku / Kenangan merah jingga / Memaksanya bertahan.


Dua Menit Ini Misteri [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

Dalam keranda hitam / Tubuhmu terbujur / Ada misteri yang tak pernah terungkap / Alis matamu tebal menyimpan rahasia / Adakah waktu akan mampu mengurai / Kematian ini memisahkan kita / Selamat jalan.


Doa Sepasang Petani Muda [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

Mari kita tunggu datangnya hujan / Duduk bersanding di pelataran / Sambil menjaga mendung di langit / Agar tak ingkar / Agar tak pergi lagi / Kasih kemarilah duduk merapat / Sama-sama tengadahkan wajah / Agar lebih tegar kita memohon / Turunnya hujan / Basahi bumi ini / Kau dengar ada jeritan / Ilalang yang terbakar dan musnah / Usah menangis / Simpan di langit / Jadikan mendung / Segera luruh jatuh/turun ke bumi / Basahi ladang kita yang butuh minum / Basahi sawah kita yang kekeringan / Basahi jiwa kita yang putus asa / Kemarau ini begitu mencekam.


Seberkas Cinta Yang Sirna [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

Masih sanggup untukku tahankan / Meski telah kau lumatkan hati ini / Kau sayat luka baru di atas duka lama / Coba bayangkan betapa sakitnya / Hanya Tuhanlah yang tahu pasti / Apa gerangan yang bakal terjadi lagi / Begitu buruk telah kau perlakukan aku / Ibu menangislah demi anakmu / Sementara aku tengah bangganya / Mampu tetap setia meski banyak cobaan / Begitu tulusnya ku buka tanganku / Langit mendung, gelap malam untukku / Ternyata mengagungkan cinta / Harus ditebus dengan duka lara / Tetapi akan tetap ku hayati / Hikmah sakit hati ini / Telah sempurnakah kekejamanmu / Petir menyambar hujan pun turun / Di tengah jalan sempat aku merenung / Masih adakah cinta yang disebutkan cinta / Bila kasih sayang kehilangan makna.


Senandung Jatuh Cinta [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1980 Jackson Records.

Rambutmu yang hitam panjang / Jatuh di bahu / Kadang luruh di ujung dagu / Bila engkau tertunduk / Jemari tanganmu lentik / Lembut memainkan gitar / Nampaknya rembulan pun terkesima / Lewat satu lagu / Tak usai kau nyanyikan / Perlahan kau tengadahkan wajah / Sibakkan rambutmu / Matamu tajam berbinar / Tembusi kegelapan malam / Burung gagak pun jadi enggan terbang / Sedetik ku tertegun dalam kesendirian / Gelap kelam membentang di depan mata / Burung-burung pipit terbanglah menjauh / Khabarkan pada awan cerita ini: / "Aku lagi jatuh cinta / Pada gadis kecil yang memainkan gitar" / Ombak di laut / Perdu di belantara / Kadang mampu menyatu / Dalam satu lagu / Begitu pun yang ku harap / Dapat mempersempit jarak / Sikapku dan sifat kekanakanmu.

 

kembali ke atas

 

1