Ebiet G. Ade
Lebih canggih dilihat menggunakan skrin 800x600 ke atas dan IE5+ ke atas













Lompat

 

Muzik Nusantara

Kandung

RuangMaya M. Nasir & Kembara
M. Nasir & Kembara

RuangMaya Ebiet G. Ade
Ebiet G. Ade

Sumbangsih - Kumpulan Lagu Malar Segar Sumbangsih

Lagu Raya Sepanjang Zaman
Lagu Raya


Klik sini untuk menurunkan RealOne
This site is RealMedia enhanced

Hantar E-Mel
Warkah-E

Forum Muzik Nusantara
Komen



Camellia II
1979 Jackson Records

Camellia II

..... Berita Kepada Kawan
..... Camellia II
..... Cita-Cita Kecil Si Anak Desa
..... Nyanyian Ombak
..... Cinta Di Kereta Biru Malam
..... Mimpi Di Parang Tritis
..... Hidup III
..... Kontradiksi Di Dalam
..... Frustrasi
..... Sajak Pendek Bagi I. R.

..... kembali ke senarai album

Berita Kepada Kawan [dengar] / [dengar versi 1995] / [tengok]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan / Sayang, engkau tak duduk di sampingku kawan / Banyak cerita yang mestinya kau saksikan / Di tanah kering berbatuan / Tubuh ku terguncang di hempas batu jalanan / Hati tergetar menampak kering rerumputan / Perjalan ini pun seperti jadi saksi / Gembala kecil menangis sedih / Kawan coba dengar apa jawabnya / Ketika ia ku tanya "Mengapa?" / Bapak ibunya telah lama mati / Ditelan bencana tanah ini / Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya / Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari / Tetapi semua diam, tetapi semua bisu / Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit / Barangkali di sana ada jawabnya / Mengapa di tanahku terjadi bencana / Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita / Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa / Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita / Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.


Camellia II [dengar] / [dengar versi 1995 / 1998] / [tengok]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Gugusan hari-hari indah / Bersamamu Camellia / Bangkitkan kembali rinduku mengajakku ke sana / Ingin ku berlari mengejar seribu bayangmu Camellia / Tak perduli kan ku terjang / Biarpun harus kutembus padang ilalang / Tiba-tiba langkahku terhenti / Sejuta tangan telah menahanku / Ingin ku maki mereka berkata / "Tak perlu kau berlari / Mengejar mimpi yang tak pasti / Hari ini juga mimpi / Maka biarkan ia datang di hatimu / Di hatimu".


Cita-Cita Kecil Si Anak Desa [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Aku pernah punya cita-cita / Hidup jadi petani kecil / Tinggal di rumah desa / Dengan sawah di sekelilingku / Luas kebunku sehalaman / Kan ku tanami buah dan sayuran / Dan di kandang belakang rumah / Ku pelihara bermacam-macam peliharaan / Aku pasti akan hidup tenang / Jauh dari bising kota / Yang kering dan kejam / Aku akan turun berkebun / Mengerjakan sawah ladangku sendiri / Dan menuai padi yang kuning bernas / Dengan istri dan anakku / Memang cita-citaku sederhana / Sebab aku terlahir dari desa / Istriku harus cantik, lincah dan gesit / Tapi ia juga harus cerdik dan pintar / Siapa tahu nanti aku kan terpilih jadi kepala desa / Kan ku bangkitkan semangat rakyatku / Dan ku bangun desaku / Desaku pun pasti mengharap aku pulang / Akupun rindu membasahi bumi dengan keringatku / Tapi semua itu hanyalah tergantung padaNya jua / Tapi aku merasa bangga / Setidak-tidaknya ku punya cita-cita.

Nyanyian Ombak [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Kau campakkan / Dan kau terlantarkan / Kembang yang kupersembahkan kepadamu / Sepenuh hati / Kau diamkan / Bahkan kau tinggalkan / Aku yang tertegun di dalam rindu / Di dalam sepi / Benarkah telah kering / asih sayang di jantungmu / Layaknya musim ini / Berkaca pada sikapmu / Ranting-ranting patah gemertak / Belalang pun terbang mencari hijau / Sisi ladangku tak lagi subur / Untuk tumbuhkan cinta kasihmu / Kau dengarkan / Dan coba renungkan / gelombang di laut / Nyanyian rindu / Menikam kalbu.


Cinta Di Kereta Biru Malam [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Semakin dekat aku memandangmu / Semakin tegas rindu di keningmu / Gelora cinta membara di pipimu / Gemercik hujan di luar jendela / Engkau terpejam bibirmu merekah / Mengisyaratkan hasrat di tanganmu / Selimut biru yang kau ulurkan kepadaku / Penahan dingin di kereta biru malam / Kau nyalakan gairah nafsuku / Kau hela cinta di dadaku / Kau ciptakan musik irama tra la la la la la la / Kau ciptakan gerak irama tra la la la la la la / Kau ciptakan panas irama tra la la la la la la / Kau ciptakan musik irama tra la la la la la la / Kau ciptakan diam irama tra la la la la la la / Butir keringat basah bersatu / Deru nafas birahi pun bersatu / Kereta makin pelan dan berhenti / Ku hulurkan lembut tanganku / Ku benahi kusut gaunmu / Engkau tersenyum pahit dan menangis / Selimut biru yang kau hulurkan kepadaku / Kini basah bersimbah peluh kita berdua / Ku hempaskan lelah tubuhku / Ku buang cinta di dadaku / Ku ciptakan janji irama tra la la la la la la / Ku ciptakan ingkar irama tra la la la la la la / Ku ciptakan dosa irama tra la la la la la la / Ku ciptakan diam irama tra la la la la la la.


Mimpi Di Parang Tritis [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Engkau terlena / Dalam pelukan dingin malam / Matamu terpejam / Kembang masih erat kau genggam / Butir pasir berterbangan / Sinar bulan berkilauan / Kau tersenyum dalam diam / Kau tertidur makin lelap / Seperti bintang wajahmu gemerlap / Ku dekap erat sukmamu / Ku selimuti tubuhmu / Aku terjaga / Pekik ombak laut selatan / Matahari pagi / Di atas puncak bukit karang / Sebatang pohon kering / Membelah matahariku / Ku bertanya kepadamu / "Mimpi indahkah kau semalam?" / Kiranya kini kau telah hilang musnah / Seperti namamu yang ku tuliskan di pasir / Di telan ombak / Pantai laut selatan.


Hidup III [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Sekarang aku tengah tengadah ke langit / Berjalan di atas bintang-bintang / Bersembunyi dari bayang-bayangku sendiri / Yang sengaja ku tinggal di atas bukit / Barangkali tanganMu takkan lagi mengejarku / Untuk merenggut segenap hidupku / Aku yang sembunyi di bawah kulitku sendiri / Kapan lagi akan mampu berdiri / Lihatlah kedua belah tanganku / Yang kini nampak mulai gemetaran / Sebab ada yang tak seimbang / Antara hasrat dan beban / Atau kerna jiwaku yang kini mulai rapuh / Gampang diguncangkan angin / Lihatlah bilik di jantungku / Denyutnya tak rapi lagi / Seperti akan segera terhenti / Kemudian sepi dan mati.


Kontradiksi Di Dalam [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Aku sering merasa kesal serta bosan / Menunggu matahari bangkit dari tidur / Malam terasa panjang dan tak berarti / Sementara mimpi membawa pikiran makin kusut / Maka wajar saja bila aku / Berteriak di tengah malam / Itu hanya sekedar untuk mengurangi / Beban yang memberat di kedua pundakku / Aku ingin segera bertemu / Dengan wajahmu pagi / Untuk ku canda dan ku cumbu / Di situ ku dapat cintaku / Aku sering merasa muak serta sedih / Bila setiap kali harus aku saksikan / Wajah-wajah dusta masih tega tertawa / Sementara korban merintih di kedua kakinya.


Frustrasi [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Semalaman aku terbaring di sini / Di balik dinding bambu yang tua aku sendiri / Buku jariku meregang aku ingin berdiri / Tapi bulu kudukku / Menari lembut dihembus angin / Aku bernyanyi untuk menahan letih / Bukan jatuh cinta padamu gadis manis / Telah ku pejamkan semua mata / Bagi cinta kasih yang gemerlapan / Biar ku benahi hasrat di hati / Ke mana pun langkah kan ku bawa lari / Tubuh dan sukmaku yang dalam sakit / Dibakar semangat bumi / Yang semakin tak bisa ku mengerti / Sekarang pun aku masih ragu-ragu / Mesti ke manakah mataku memandang jauh.


Sajak Pendek Bagi I. R. [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.

Ku simpan asa di rerumputan / Tempat kita pernah berjalin tangan / Nafasku dan nafasmu saling bertautan / Meniti kasih di selembar benang / Kubunuh rindu di sudut ruang / Tempat kita pernah mesra berbincang / Yang kini tumbuh menjadi dendam / Kau bakar cinta / Kau tikam luka / Haruskah aku kalah lagi / Setelah kalah dan kalah / Mestikah aku jatuh lagi / Setelah jatuh dan jatuh / Atau harus aku gali kubur kita berdua / Dan ku tancapkan tonggak kayu / Atas kemenanganku / Keputusannya ada pada sikapmu / Dan suasana di batinku / Tuhan, maafkan aku.


kembali ke atas

 

1