|
Berita
Kepada Kawan [dengar]
/ [dengar
versi 1995] / [tengok]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Perjalanan
ini terasa sangat menyedihkan / Sayang, engkau tak duduk
di sampingku kawan / Banyak cerita yang mestinya kau
saksikan / Di tanah kering berbatuan / Tubuh ku terguncang
di hempas batu jalanan / Hati tergetar menampak kering
rerumputan / Perjalan ini pun seperti jadi saksi / Gembala
kecil menangis sedih / Kawan coba dengar apa jawabnya
/ Ketika ia ku tanya "Mengapa?" / Bapak ibunya
telah lama mati / Ditelan bencana tanah ini / Sesampainya
di laut ku khabarkan semuanya / Kepada karang, kepada
ombak, kepada matahari / Tetapi semua diam, tetapi semua
bisu / Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit /
Barangkali di sana ada jawabnya / Mengapa di tanahku
terjadi bencana / Mungkin Tuhan mulai bosan melihat
tingkah kita / Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
/ Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita / Coba
kita bertanya pada rumput yang bergoyang.
Camellia
II [dengar]
/ [dengar
versi 1995 / 1998]
/ [tengok]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Gugusan
hari-hari indah / Bersamamu Camellia / Bangkitkan kembali
rinduku mengajakku ke sana / Ingin ku berlari mengejar
seribu bayangmu Camellia / Tak perduli kan ku terjang
/ Biarpun harus kutembus padang ilalang / Tiba-tiba
langkahku terhenti / Sejuta tangan telah menahanku /
Ingin ku maki mereka berkata / "Tak perlu kau berlari
/ Mengejar mimpi yang tak pasti / Hari ini juga mimpi
/ Maka biarkan ia datang di hatimu / Di hatimu".
Cita-Cita
Kecil Si Anak Desa
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Aku pernah punya cita-cita
/ Hidup jadi petani kecil / Tinggal di rumah desa /
Dengan sawah di sekelilingku / Luas kebunku sehalaman
/ Kan ku tanami buah dan sayuran / Dan di kandang belakang
rumah / Ku pelihara bermacam-macam peliharaan / Aku
pasti akan hidup tenang / Jauh dari bising kota / Yang
kering dan kejam / Aku akan turun berkebun / Mengerjakan
sawah ladangku sendiri / Dan menuai padi yang kuning
bernas / Dengan istri dan anakku / Memang cita-citaku
sederhana / Sebab aku terlahir dari desa / Istriku harus
cantik, lincah dan gesit / Tapi ia juga harus cerdik
dan pintar / Siapa tahu nanti aku kan terpilih jadi
kepala desa / Kan ku bangkitkan semangat rakyatku /
Dan ku bangun desaku / Desaku pun pasti mengharap aku
pulang / Akupun rindu membasahi bumi dengan keringatku
/ Tapi semua itu hanyalah tergantung padaNya jua / Tapi
aku merasa bangga / Setidak-tidaknya ku punya cita-cita.
Nyanyian
Ombak
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Kau campakkan / Dan kau
terlantarkan / Kembang yang kupersembahkan kepadamu
/ Sepenuh hati / Kau diamkan / Bahkan kau tinggalkan
/ Aku yang tertegun di dalam rindu / Di dalam sepi /
Benarkah telah kering / asih sayang di jantungmu / Layaknya
musim ini / Berkaca pada sikapmu / Ranting-ranting patah
gemertak / Belalang pun terbang mencari hijau / Sisi
ladangku tak lagi subur / Untuk tumbuhkan cinta kasihmu
/ Kau dengarkan / Dan coba renungkan / gelombang di
laut / Nyanyian rindu / Menikam kalbu.
Cinta
Di Kereta Biru Malam
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Semakin dekat aku memandangmu
/ Semakin tegas rindu di keningmu / Gelora cinta membara
di pipimu / Gemercik hujan di luar jendela / Engkau
terpejam bibirmu merekah / Mengisyaratkan hasrat di
tanganmu / Selimut biru yang kau ulurkan kepadaku /
Penahan dingin di kereta biru malam / Kau nyalakan gairah
nafsuku / Kau hela cinta di dadaku / Kau ciptakan musik
irama tra la la la la la la / Kau ciptakan gerak irama
tra la la la la la la / Kau ciptakan panas irama tra
la la la la la la / Kau ciptakan musik irama tra la
la la la la la / Kau ciptakan diam irama tra la la la
la la la / Butir keringat basah bersatu / Deru nafas
birahi pun bersatu / Kereta makin pelan dan berhenti
/ Ku hulurkan lembut tanganku / Ku benahi kusut gaunmu
/ Engkau tersenyum pahit dan menangis / Selimut biru
yang kau hulurkan kepadaku / Kini basah bersimbah peluh
kita berdua / Ku hempaskan lelah tubuhku / Ku buang
cinta di dadaku / Ku ciptakan janji irama tra la la
la la la la / Ku ciptakan ingkar irama tra la la la
la la la / Ku ciptakan dosa irama tra la la la la la
la / Ku ciptakan diam irama tra la la la la la la.
Mimpi
Di Parang Tritis
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Engkau terlena / Dalam
pelukan dingin malam / Matamu terpejam / Kembang masih
erat kau genggam / Butir pasir berterbangan / Sinar
bulan berkilauan / Kau tersenyum dalam diam / Kau tertidur
makin lelap / Seperti bintang wajahmu gemerlap / Ku
dekap erat sukmamu / Ku selimuti tubuhmu / Aku terjaga
/ Pekik ombak laut selatan / Matahari pagi / Di atas
puncak bukit karang / Sebatang pohon kering / Membelah
matahariku / Ku bertanya kepadamu / "Mimpi indahkah
kau semalam?" / Kiranya kini kau telah hilang musnah
/ Seperti namamu yang ku tuliskan di pasir / Di telan
ombak / Pantai laut selatan.
Hidup
III
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Sekarang aku tengah tengadah
ke langit / Berjalan di atas bintang-bintang / Bersembunyi
dari bayang-bayangku sendiri / Yang sengaja ku tinggal
di atas bukit / Barangkali tanganMu takkan lagi mengejarku
/ Untuk merenggut segenap hidupku / Aku yang sembunyi
di bawah kulitku sendiri / Kapan lagi akan mampu berdiri
/ Lihatlah kedua belah tanganku / Yang kini nampak mulai
gemetaran / Sebab ada yang tak seimbang / Antara hasrat
dan beban / Atau kerna jiwaku yang kini mulai rapuh
/ Gampang diguncangkan angin / Lihatlah bilik di jantungku
/ Denyutnya tak rapi lagi / Seperti akan segera terhenti
/ Kemudian sepi dan mati.
Kontradiksi
Di Dalam
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Aku sering merasa kesal
serta bosan / Menunggu matahari bangkit dari tidur /
Malam terasa panjang dan tak berarti / Sementara mimpi
membawa pikiran makin kusut / Maka wajar saja bila aku
/ Berteriak di tengah malam / Itu hanya sekedar untuk
mengurangi / Beban yang memberat di kedua pundakku /
Aku ingin segera bertemu / Dengan wajahmu pagi / Untuk
ku canda dan ku cumbu / Di situ ku dapat cintaku / Aku
sering merasa muak serta sedih / Bila setiap kali harus
aku saksikan / Wajah-wajah dusta masih tega tertawa
/ Sementara korban merintih di kedua kakinya.
Frustrasi
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Semalaman aku terbaring
di sini / Di balik dinding bambu yang tua aku sendiri
/ Buku jariku meregang aku ingin berdiri / Tapi bulu
kudukku / Menari lembut dihembus angin / Aku bernyanyi
untuk menahan letih / Bukan jatuh cinta padamu gadis
manis / Telah ku pejamkan semua mata / Bagi cinta kasih
yang gemerlapan / Biar ku benahi hasrat di hati / Ke
mana pun langkah kan ku bawa lari / Tubuh dan sukmaku
yang dalam sakit / Dibakar semangat bumi / Yang semakin
tak bisa ku mengerti / Sekarang pun aku masih ragu-ragu
/ Mesti ke manakah mataku memandang jauh.
Sajak
Pendek Bagi I. R.
[dengar]
Lagu
dan Lirik oleh Ebiet G. Ade
© 1979 Jackson Records.
Ku simpan asa di rerumputan
/ Tempat kita pernah berjalin tangan / Nafasku dan nafasmu
saling bertautan / Meniti kasih di selembar benang /
Kubunuh rindu di sudut ruang / Tempat kita pernah mesra
berbincang / Yang kini tumbuh menjadi dendam / Kau bakar
cinta / Kau tikam luka / Haruskah aku kalah lagi / Setelah
kalah dan kalah / Mestikah aku jatuh lagi / Setelah
jatuh dan jatuh / Atau harus aku gali kubur kita berdua
/ Dan ku tancapkan tonggak kayu / Atas kemenanganku
/ Keputusannya ada pada sikapmu / Dan suasana di batinku
/ Tuhan, maafkan aku.
|