Joget Berpantun (suara latar bagi Yunizar Hussein) (1980)
Satu Hari Di Hari Raya (1980)
Demi Kedamaian (bersama Artis Polygram) (1980)
Semalam Semalam (suara latar bagi Yunizar Hussein) (1982)
Adam Dan Hawa (suara latar bagi Al Jawaher) (1982)
Perjalanan 2 (bersama Al Jawaher) (1982)
Pada Satu Kedudukan (suara latar bagi Search) (1986)
Sabarlah Sayang (duet dgn Sharifah Aini) (1989)
Kenangan (1992)
Serumpun Tak Bisa Luroh (bersama Artis BMG/Sony Music) (1994)
Bersama Berdua (1994)
Jikalau Berkasih (1994)
KepadaMu Kekasih (bersama Hattan & Jamal Abdillah) (1994)
Satu Hari Di Hari Raya (1994)
X'po Imaginasi (bersama Wings) (1994)
Rantai (bersama Wings) (1994)
Dunia Impian Kita (1995)
Ghazal Untuk Rabiah (duet dgn Jamal Abdillah) (1995)
Musafir Di Aidilfitri (1995)
Hati Emas (unplugged) (1995)
Mencari Amerika (duet dgn Dr Wan) (1996)
Tinggalkan Satu Peluru (1996)
Ya! Sidi Mustafa (1996)
Ala Canggung (duet dgn Ramlah Ram) (1998)
Salam Dunia (lagu Hari Raya) (2001)
Dua Insan (duet dgn Siti Nurhaliza) (2003)
Seloka Cak Kun Cak (duet dgn Dato S. M. Salim) (2003)
Bagaikan Sakti (duet dgn Siti Nurhaliza) (2004)
Lagu Jiwa Lagu Cinta (duet dgn Mawi) (2005)
kembali ke senarai album
Joget Berpantun (suara latar bagi Yunizar Hussein) [dengar]
Lagu oleh Ooi Eow Jin dan Lirik oleh Usman Awang
© 1980 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Yunizar Hussein - Yunizar (1980 Polygram)
Pesta semalam senja mengantuk / Berbaju biru bertudung lingkup / Jika matamu kerling menyahut / Hati kasih rindu bertaut / Lagu kasih puncak mahligai / Senda gurau tawa berderai / Meliuk manis lengan membelai / Anak rambut jatuh berjutai / Gugur gerimis menjelang senja / Janji keramat kita berdua / Alangkah manis bertentang mata / Seribu nikmat mencecap rasa / Istana kecil di tengah kota / Langsir biru bertingkap dua / Adik menunggu bilakah tiba / Abang sorang bandingan tiada.
Satu Hari Di Hari Raya [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
© 1980 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album gabungan - Selekta Emas Hari Raya (1980 Polygram)
Satu hari di Hari Raya / Ku lihat cahaya bersinar indah / Langit cemerlang tak terkira / Tanda kuasa yang Maha Esa / Memberi nikmat pada manusia / Satu hari di Hari Raya / Ku dengar irama yang sungguh indah / Ku coba mendekati padanya / Kira irama itu adalah / Suara pujian pada yang Esa / Satu hari di Hari Raya / Aku menangis tanda gembira / Aku menangis tanda ku cinta kepadaNya / Satu hari di Hari Raya / Ku lihat wajah suci ibuku / Ku lihat wajah kasih ayahku / Ku gembira / Mungkin inilah dia kebahagiaan.
Demi Kedamaian (bersama Artis Polygram) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
© 1980 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album gabungan - Nyanyian Bersama Artis Polygram (1980 Polygram)
(Sumber asli dari piringhitam sumbangan Sdr Megat Iskandar Megat Zaharuddin)
Bila Sang Suria menyinar di pagi yang indah / Menampakkan kemegahan dunia yang fanah / Semua kehidupan meraikan kedatangannya / Kedamaian yang dibutuhkan sekalian insan / Oh! bagaikan irama simfoni yang indah / Kau menjemput aku menyanyi sama / Kedamaian adalah akhirnya peperangan / Kedamaian adalah cinta sesama insan / Oh! Tuhan ku pohonkan kepadaMu yang Maha Kuasa / Lindungilah kami yang cintakan kedamaian / Oh! padaMu ku serahkan segala jiwa dan raga / Bawalah kami ke jalan yang benar.
Semalam Semalam (suara latar bagi Yunizar Hussein) [dengar]
Lagu oleh Othman Mohammed dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1982 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Yunizar Hussein - Semasa (1982 Polygram)
Semalam berlalu bagaikan bermimpi / Tinggalkan kenangan bersama harapan / Aku tak mengerti ertinya kecewa / Tiada ku peduli biar dia pergi / Semalam berjanji kini kau mungkiri / Semalam kau sayang kini kau menghilang / Semalam semalam tiada ku kesalkan / Pada hari esok aku tanamkan harapan / Sudahlah / Kini hanya sekedar / Khayalan / Bagai bayu yang datang / Dan menghilang / Cinta yang dilafaskan / Hanya sandiwara / Aku tak akan diperdayakan.
Adam Dan Hawa (suara latar bagi Al Jawaher) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1982 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Al Jawaher - Warna Alam (1982 Polygram)
Oh! Adam / Dari tanah kau dijadikan / Dan dari rusukmu adalah hidup kita hari ini / Oh! Hawa / Kau adalah ibu pertama / Dan dari rahimmu adalah hidup kita hari ini / Telah ditakdirkan di satu masa / Kau telah terpisah kerana cinta / Dan kerana cinta kau bertemu juga di dunia / Di tanah tandus padang Arafat / Dan lahirlah anakmu / Menjadi beban mistri hidup ini / Dan mulanya cemburu dan benci / Di antara insan insani / Oh! Qabil / Kerana kecantikan kau durhaka / Maka Habil / Engkau menjadi mangsanya / Bersurat dalam jiwa manusia / Andai ini / Erti hidupnya yang berterusan / Dapatkah disingkirkan.
Perjalanan 2 (bersama Al Jawaher) [dengar]
Lagu oleh dan Lirik oleh M. Nasir
© 1982 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Al Jawaher - Warna Alam (1982 Polygram)
M. Nasir: Urusanku belum selesai selagi belum ku temui sinarnya / Hendaknya dalam perjalanan ini kau bekalkan ku Al-Fatihah / Al Jawaher: / Dengarlah suara memanggil bagai bersenandung / Sedarlah perjalanan kita hampir tamat / Sampaikan hasratku pada mereka yang soleh / Katakan ku ingin bersama memohon keredaannya / Duet: Aku pohon keredaannya.
Pada Satu Kedudukan (suara latar bagi Search) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1986 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Search - Langit Dan Bumi (1986 Polygram)
Bukan pertaruhan / Bukan permainan / Tapi kenyataan / Jangan kita sekali-kali menafikan / Ada kehancuran / Nanti di hadapan / Kalau tidak diubah / Sikap dan pendirian / Kita kan kecewa / Di tepi yang jurang / Dan berduri tajam / Itulah kedudukan kita sekarang / Janganlah menolak sesama sendiri / Jika bersengketa nanti kan kecewa / Pandanglah yang sama / Buang mimpi ngeri / Maju kehadapan / Demi hak warisan / Dari zaman ke zaman.
Sabarlah Sayang (duet dgn Sharifah Aini) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Siso
© 1989 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Sharifah Aini - Kasih (1989 EMI)
Sharifah Aini: Sinaran sang pelangi / Turut merasakan / Betapaku rindu kepadamu / Di mana kan ku cari / Bayangan wajahmu / Untuk mengubati rinduku ini / Sumpah setia kau ucapkan / Apakah bagai mimpi / Hilang di pagi hari / Sedang katamu dahulu / Hanyalah kepadaku / Kau berikah cintamu / Kasih / Dengarlah resah hatiku / Yang masih lagi setia / Menunggumu sayang / Kasih / Walau bumi akan bergoncang / Ku tak ingin kita terpisah / Bercerai cinta / M. Nasir: Sabarlah sayang / Sabar menunggu / Aku kan datang ke sisimu kasih / Ku hapus rindu / Ku pancung resah / Membebaskanmu yang sedang kerinduan / Sayang / Sharifah Aini: Hulurkanlah tanganmu / Biarkan ku genggam / Isyarat cintamu / Di jejariku / Oh! Sayang.
Kenangan [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
© 1992 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album gabungan amal - Kami Bersamamu Zaiton Sameon (1992 BMG)
Kenangan masakan dapat ku lupa / Terpandang wajahmu / Ku pandang juga / Tiada sesaat aku rasa jemu / Hingga kini masih merindu / Rindu...rindukan wajahmu / Hadirmu di dalam mimpi bermakna / Ku lamar hatimu tak tergoda / Hilang kata-kata bila kau terima / Tak akan ku cari / Yang lain dari kasihmu dinda / Gilakah aku / Mabukkah aku / Aduhai kasih / Aduhai habib / Asyiknya aku / Fanakah aku / Aduhai kasih / Aduhai habib / Hingga hilang kata / Bila kau terima / Tak mungkin ku cari / Yang lain dari kasihmu dinda / Kenangan bersamamu takkan luntur / Janji kita kasih tak akan gugur / Racunku minum manis terasa / Malam dan siang sama belaka / Tiada berbeza.
Serumpun Tak Bisa Luroh (bersama Artis BMG/Sony Music) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Usop
© 1994 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album gabungan - Pasti Hitz (1994 BMG/Sony Music)
Hanyalah suara / Berbekalkan luhur budi / Bersulam bahasa / Disyairkan tulus hati / Tersenyumlah dan tertawalah / Walau pedih / Tangisku, hibaku / Tak siapa pun yang tahu / Lindungi perjalanan / Terbelakah perjuangan / Tersenyumlah dan tertawalah / Walau pedih / Genggam tanganku / Biar tak terlepas / Walau dibadai arus ganas / Kita takkan lemas / Berpayung dari sebuah rumpun / Agar tidak luruh / Semangat tidak akan lusuh / Cinta pasti teguh.
Bersama Berdua [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Nurbisa
© 1994 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album gabungan - Pasti Hitz (1994 BMG/Sony Music)
Bersama berdua / Kita memadu asmara / Setulus seia sekata / Bersama berdua / Kita meredah gelora / Senada dan seirama / Sekudus Syurga / Pernah dirasakan / Sepasang kekasih / Rendangan permai / Pada pagi sempurna / Mendamaikan sanubari / Bersama berdua / Kita menunggah rahsia / Haruman kasturi / Di rimba kesucian / Sehingga kita / Hiba dengan tangisan / Sedingin cuaca / Yang setia / Mengawal khazanah / Seusia bumi / Yang masih lagi / Didambakan para insan / Tak bermaya menghuraikan / Pengertian cinta.
Jikalau Berkasih [dengar]
Lagu oleh Ramli Sarip dan Lirik oleh S. Amin Shahab
© 1994 Dunia Music WEA Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album penghormatan buat Ramli Sarip - Tribute (1994 WEA)
Jikalau merindu pada purnama / Kenalah tunggu pada waktunya / Tapi andainya kau rindu padaku / Ketuklah pintu hatiku sedang menunggu / Jikalau merayu pada sang bunga / Jangan terus menghidu harum baunya / Manalah tahu ada racun berbisa / Nanti kau susah pula mencari ubatnya / Cinta memanglah indah / Asalkan kau berjaga / Jangan asyik melihat awan yang tinggi / Duri di bawah tidak kau peduli / Jangan terlalu memuji sibuah hati / Kalau ia lari kau yang malu sendiri / Jikalau menyemai benih biar berbaja / Bila masa menuai pasti kau gembira / Jikalau engkau mencari kekasih / Oh! carilah yang berhati mulia.
KepadaMu Kekasih (dgn Hattan & Jamal Abdillah) [dengar] / [v1982] / [v1995]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Eunosasah
© 1982 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Hattan - Mentor (1994 WEA)
KepadaMu Kekasih / Aku berserah / Kerana ku tahu Kau lebih mengerti / Apa yang terlukis di cermin wajahku ini / Apa yang tersirat di hati / Bersama amali / KepadaMu Kekasih / Aku bertanya / Apakah Kau akan menerimaku kembali / Atau harus menghitung lagi / Segala jasa dan bakti / Atau harus mencampakku ke sisi / Tanpa harga diri / Hanya padaMu Kekasih / Aku tinggalkan / Jawapan yang belum ku temukan / Yang bakal aku nantikan / Bila malam menjemputku lena beradu / KepadaMu Kekasih / Aku serahkan / Jiwa dan raga / Jua (juga) segalanya / Apakah Kau akan menerima penyerahan ini / Apakah Kau akan menerimaku / Dalam keadaan begini.
Satu Hari Di Hari Raya (versi 1994) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
© 1980 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album gabungan - Sentuhan Hari Raya (1994 BMG)
Satu hari di Hari Raya / Ku lihat cahaya bersinar indah / Langit cemerlang tak terkira / Tanda kuasa yang Maha Esa / Memberi nikmat pada manusia / Satu hari di Hari Raya / Ku dengar irama yang sungguh indah / Ku coba mendekati padanya / Kira irama itu adalah / Suara pujian pada yang Esa / Satu hari di Hari Raya / Aku menangis tanda gembira / Aku menangis tanda ku cinta kepadaNya / Satu hari di Hari Raya / Ku lihat wajah suci ibuku / Ku lihat wajah kasih ayahku / Ku gembira / Mungkin inilah dia kebahagiaan.
X'po Imaginasi (bersama Wings) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Loloq
© 1994 Fly-Wings Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Wings - Opera Dalam Kenangan Part 2 (1994 BMG)
Ke X'po / Jangan lepaskan peluang keemasan ini / Melancung dengan percuma / Menaiki keretapi / Ke X'po... Imaginasi / Bawalah teman istimewa bersama kamu / Menghibur dan menikmati keindahan sebenarnya / Ke X'po... Imaginasi / Oh tiada siapa yang melarang / Jika bermandi-manda dalam hujan / Oh tiada siapa yang melarang / Jika mahu bergolek di rumput-rumput basah / Dapatkan tiket-tiket di cawangan kami / Di dalam dan di luar negeri / Segera hari ini / Ke X'po Imaginasi.
Rantai (bersama Wings) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Loloq
© 1994 Fly-Wings Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Wings - Opera Dalam Kenangan Part 2 (1994 BMG)
Kau ingin aku tunduk segala kemahuanmu / Kau cengkam dengan mata wajahmu / Rantai ini hapuskanlah / Tak bisa ku tahan lagi / Rantai ini leburkanlah / Tak ingin ku jadi abdi / Tak mungkin lagi kita menerima penaklukan / Bebas Bosnia, bebas / Bebas bumi Palestin / Rantai ini hapuskanlah / Lambat laun kan meledak / Rantai ini leburkanlah / Tak mahu ku diperbudak / Bebaskan... / Dunia ini satu bukan dua pun tiga / Bebaskan dari rantai Capitalist Imperialisma / Musibah rantai ini hapuskanlah / Tak bisa ku tahan lagi / Celaka rantai ini leburkanlah / Tak ingin ku jadi abdi / Bebaskan...
Dunia Impian Kita [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Kuwata Keisuke
©1995 Kabushiki Kaisha Amuse
Lagu asal dari album penghormatan - Sentuhan Ajaib M. Nasir (1995 BMG)
Rauman tangis berjela-jela melantun gelora / Jeritan perih dari jiwa dibendung kecewa / Mencari-cari secarik semangat harapan / Di zaman bebunga mimpi-mimpi hanyalah khayalan / Oh! bayu dingin menerpa panji / Pantas tinggalkan puncak cinta / Malam rakus menjerat kita / Dalam mainan tak bermakna / Aku mendengar radio sendirian / Memerhatikan kita bertembung esok yang semakin kelam / Dikelilingi stereo sunyi suram / Memusnahkan oh! teman / Dunia impian kita / Jauh di belakang ada rintih menagih simpati / Cemas tiada sebertih daya memulih taman kasih / Mencipta lagu sentosa untuk diwariskan / Anak-anak pada musim datang menitih kehendak alam / Oh! gerak tari yang bersenandungkan pilu / Sepantai yang kesal menggalah sendu / Senyum tawa hambar tak bermaya / Dalam gelap irama rancak bergetar / Gambar dalam video tak bernama / Langit petang meramalkan yang dijangka sandiwara sementara / Sama saja seperti biasa / Dulu, kini, oh! teman temasya airmata / Oh! haru biru / Oh! segala syahdu / Oh! berita pilu / Oh! tangis sendu.
Ghazal Untuk Rabiah (duet dgn Jamal Abdillah) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir & Jamal Abdillah dan Lirik oleh Cendrawasih
© 1995 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Jamal Abdillah - Suratan Kasih (1995 WEA)
Jamal: Kilauan bintang berkelip-kelip di langit tinggi / Dan cahaya menari-nari di langit biru / Tidaklah dapat menenangkan perasaanku / Yang merindukan kehadiran kasih / M. Nasir: Gemersik irama merdu buluh perindu / Dan nyanyian pari-pari dari kayangan / Tidaklah dapat tenteramkan sanubari / Yang mendambakan kepastian kasihmu / Jamal: Rela lepaskan segala-gala yang ku ada / Andai itu yang kau hajatkan / M. Nasir: Rela terima apapun syaratnya dan dugaan / Untuk ku buktikan cintaku / Jamal: Asalkan dapat ku mengubati hatiku yang cedera / Ditumpaskan cinta (kekasih) / M. Nasir: Asalkan dapat ku menundukkan amukan gelora jiwa / Yang menagih kasih / Duet: Yang halus yang tulus / Yang mulus yang kudus / M. Nasir: Majnun... / Jamal: Semoga malamku tidak lagi jadi medan airmata / Menusuk segenap kalbuku.
Musafir Di Aidilfitri [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Amir Kasmadi
© 1995 Copyright Control
Lagu asal dari album gabungan - Sensasi Hari Raya Salem (1995 BMG/WEA)
Gema takbir di subuh hari / Menjelang sudah AidilFitri / Tapi hamba musafir diri / Ke sana sini membawa diri / Ayah ibu dah lama pergi / Pergi menyambut seruan Illahi / Tinggal hamba seorang diri / Tiada siapa ingin hampiri / Oh! Tuhan yang Maha Kaya / Hamba menangis di pagi Raya / AidilFitri hari bahgia / Tapi hamba dilanda derita / Pusara ayah dan juga ibu / Di hari mulia hamba kunjungi / Dengarlah ini tangisan anakmu / Hamba musafir di AidilFitri.
Hati Emas (versi unplugged) [dengar] / [dengar versi 1981]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
© 1981 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album kompilasi - Unplugged Terbaik '95 (1995 Polygram)
Berjalan di tanah gersang / Mentari mencekam dada / Debu-debu di jalanan / Menjadi teman setia / Tiada lain tujuanku / Hati emas yang ku cari / Kisahnya di hujung dunia / Mengapa tak ku temui / Oh! terdengar suara halus / Bagai dengar dan menghilang / Katanya pulanglah oh! anakku / Ia tiada di sini / Kembara / Puas sudah ku mengembara / Ke mana perginya oh! cahaya / Mencari hati emas bukannya mudah / Di masa kini adakah kau peduli / Mungkinkah dikau miliki / Hati emas murni suci / Inginku menjadi sahabatmu / Hingga akhir hayat nanti / Kembara / Puas sudah ku mengembara / Ke mana perginya oh! cahaya / Mencari hati emas bukannya mudah / Mungkin selamanya takkan aku temui.
Mencari Amerika (duet dgn Dr Wan) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh Dr Wan
©1996 Arus Bumi / Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Dr Wan - Dayung (1996 BMG)
A.M.E.R.I.K.A. Amerika Amerika / A.M.E.R.I.K.A. A.M.E.R.I.K.A. / Amerika Amerika / Ku mencari Amerika / Oh! di mana Amerika / Ku mencari Amerika / Oh! di mana Amerika / Dari Hollywood ke CNN / Dari Pepsi ke Coca-Cola / Dari Newsweek ke Time Magazine / Dari Kentucky ke McDonalds / Dari Dallas ke Dynasty / Tarzan ke John Wayne / Casper ke Rambo / Ku mencari Amerika / Oh! di mana Amerika / Di sini Amerika / Oh! di sana Amerika / Sini sana Amerika / Mana-mana Amerika / Seluruh dunia Amerika / Oh! di mana Amerika / Di sini Amerika / Sini sana Amerika / Mana-mana Amerika / Ku mencari Amerika / Di mana Amerika / Ku mencari Amerika / Di mana Amerika / Dari Pentagon ke CIA / Dari Hiroshima ke Nagasaki / Dari Vietnam ke Pulau Bidong / Nicarguay, P.B.B., Desert Storm / Bosnia, Herzegovina / Aku mahu Amerika / Aku mahu Amerika / Ku mencari Amerika / Ku mencari Amerika / Bagi aku Amerika.
Tinggalkan Satu Peluru (dari Filem 'Merah') [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Loloq
© 1996 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Merah - Original Soundtrack (1996 BMG)
Hidup semalam banyak mengajariku / Ingat-ingat tinggalkan satu peluru / Takut-takut kawan yang berganding bahu / Berkesudahan menjadi seteru / Mana tahu? / Dah jadi hantu / Selagi genting belum datang mengetuk pintu / Siapakah yang kanan / Siapa pula yang kiri / Wayang dulu tak pernah reda / Hitam putih terus bertingkah / Helah menghelah mencuri mimpi / Di mana helang terbang ke situku tuju / Biar pun angin mengganas menusuk tubuh / Di mana, biarpun ke pusar mentari ku pergi / Asalkan ku menang / Begitu juga kata-kata rindu dan cinta / Sehati sejiwa, hidup dan mati bersama / Dusta kini sudah lumrah / Hingga benar sukar diterima / Yang tewas tak pernah di puja.
Ya! Sidi Mustafa (dari Filem 'Merah') [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Loloq
© 1996 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Merah - Original Soundtrack (1996 BMG)
Seberat mana bebanan kau mampu tersenyum / Wajahmu tenang sentiasa nampakkan girang / Mengambil kira luahan setiap insan / Biarpun hidupmu sedang dalam tertekan / Dalam terang, Dalam gelap / Dalam sengsara kau terus juang / Sedihmu tak kau larutkan menjadi tangisan / Tanganmu kau ringankan untuk hulurkan bantuan / Kau coba kabulkan setiap permintaan / Biar habis segala kau sanggup meminjam / Dalam terang, Dalam gelap / Dalam sengsara kau terus juang / Pahit kau telan, Ya! Sidi / Ya! Sidi Mustaffa / Sultan segala fakir / Di mataku kaulah manusia paling istimewa / Ya! Sidi Mustaffa / Pemilik Panji Sakinah / Di mataku kaulah terkaya antara yang terkaya / Tak segan bermandi keringat / Tak takut dihitam mentari / Tak lari walaupun dicabar / Demi sebuah kebenaran / Demi kebenaran / Dalam terang, Dalam gelap / Dalam sengsara kau terus juang / Pahit kau telan, Ya! Sidi.
Ala Canggung (duet dgn Ramlah Ram) [dengar]
Lagu Tradisional
© 1998 Copyright Control.
Lagu asal dari album Ramlah Ram - Sekeping Cinta Sehampar Janji (1998 BMG)
Ala canggung masihlah masih canggung / Canggung canggung / La la la li la le... / Nasi kunyit bang oi gulailah yang ayam / (tang manalah ayam?) / Mari dimakan di batas lintang / Kupiah sengit bang oi berjalanlah malam / (bilakah malam?) (tadilah malam) / (hai sejukkah malam?) / Hendak mencari si sanggul lintang / Kuala kundang sayang di padanglah sidi / (tang manalah sidi?) / Tempatlah orang julang penyanyi / Sanggul lintang dek oi bungalah disunting / (tang manalah sunting?) / (tang duduk sunting) / (hai sungguhkah sunting?) / Bagailah mana abang tak ingin / Bukit Cuping sayang buahlah berangin / (tang mana berangin?) / Tempatlah orang mengambil pajak / Putih kuning bang oi toksahlah dok ingin / (siapa dok ingin?) / Banyaklah orang dok balik saja / Ala canggung / (siapa canggung?) / (abang canggung) / (alamak aku canggung) / Canggung / Canggung.
Salam Dunia (lagu Hari Raya 2001) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
© 2001 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album kompilasi - Gilang-Gemilang Aidilfitri (2001 BMG)
Suara tangis yang kau dengar / Memecah hari kudus ini / Adalah aku mengenang pemilikku / Kita mohon kemenangan meroboh kota keakuan / Ini saatnya yang ku nanti-nanti / Mereka yang dilanda derita / Redalah harimu kan tiba / Cahaya Kekasih yang benar / Menghapus segala api kemarahan / Salam dunia / Salam semua / Salam Hari Raya / Bersinar akhirnya / Inilah hari kita / Tiada lagi rasa ketakutan.
Dua Insan (duet dgn Siti Nurhaliza) (bootleg) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
© 1980 Warner Chappell Music Sdn. Bhd.
Lagu asal dari Rancangan Istimewa Hari Raya "Ole Ole Siti Nurhaliza" (2003 TV3)
Rakaman Real Audio ikhsan Jakionline.net - Sumbangan dari Saudari Ijot
Siti: Bila kau senyum, ku gembira / Bila kau sedih, ku menangis / Bagai taman rindukan kembang / Ku rindu padamu oh! sayang / M. Nasir: Di mana saja kau berada / Ku kan tetap bersamamu / Walaupun jasadmu jauh / Namun hatimu dekat selalu / Bila kini halangan menimpa / Bila cinta ada ku tetap setia / Kerna engkau dan asmara / Membuat hidupku bagai / Dalam Syurga / Siti: Dua insan sedang bercinta / Dua insan berjanji setia / Telah ku katakan padamu oh! sayang / Duet: Hanya kuasa Tuhan dapat memisahkan / Siti: Jika kau tanya pada rembulan / Mengapa cahaya berseri-seri / Tentu jawabnya kepadamu / Kerna dikau cinta padaku / M. Nasir: Ku persembahkan kepadamu / Sekuntum bunga mawar merah / Kau terima sambil tersenyum / Kembang yang harum kau cium / Bila saja halangan menimpa / Kerna cinta ada ku tetap setia / Hanya dikau dan asmara / Membuat hidupku bagai / Dalam Syurga / Siti: Biar masa berganti masa / Biar masa pun berubah / Telah ku katakan padamu oh! sayang / Duet: Hanya kuasa Tuhan dapat memisahkan.
Seloka Cak Kun Cak (duet dgn Dato S. M. Salim) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir dan Lirik oleh Seth
© 2003 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Dato S. M. Salim - Sekarang Dah Jadi... (2003 WEA)
Dato: Satu masa yang telah silam / M. Nasir: Tak dapat diambil kembali / Dato: Melayu masyhur serata alam / M. Nasir: Hidup mewah gagah sekali / Dato: Pahlawan kita nama terbilang / Ditakuti ramai perwira / M. Nasir: Melawan musuh tak terbilang / Duet: Gerak semangat kerana bangsa / Dato: Kelekaan jangan dikenang / M. Nasir: Lautan duka kelak direnang / Dato: Hampir tinggal sehelai benang / M. Nasir: Bencana sengaja dipinang / Dato: Jika perhati bangsa dagang / Kapak beliung ditangan memegang / M. Nasir: Kekayaan hendak diregang / Duet: Akhirnya saudagar pangkat dijulang / Dato: Disulami syair termasyhur / M. Nasir: Usahlah berdengkur / Kita jua yang bertafakur / Duet: Yang mana khilaf tegur menegur / La.. la.. la.. la.. / Dato: Kulitnya bersih hati pun bersih / Budi yang baik hatinya pengasih / Kulitnya bersih hati pun bersih / Memikul belati tiada memilih / Jadikan bersih hati pun putih / Berkata benar bermulut fasih / Jadikan bersih hati pun putih / Duet: Dialah khazanah pintu terpilih / Aa.. aa.. aa.. aa.. / Dato: Awak yang payah membelah ruyung / M. Nasir: Orang bertandang yang beroleh untung / Akhirnya kita tak akan dihitung.
Bagaikan Sakti (duet dgn Siti Nurhaliza) [dengar]
Lagu dan Lirik oleh M. Nasir
© 2004 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu dari Soundtrack Filem Puteri Gunung Ledang (2004 Enfiniti)
Siti: Cinta datang / Tanpa diundang / Seumur masa tercipta / M.Nasir: Dia datang bagai sakti / Bagai menyaksi mekar / Kembang pagi / Siti: Cinta datang / Dengan senyuman / Panasnya membakar mentari / Duet: Wajah yang tergambar / Tak akan terpudar / Dari hati insan yang fana ini / Duet: Fana ini / M.Nasir: Tak mungkin mentari / Akan terus sembunyi / Siti: Tiada sempadan / Tak bisa kulewati / Duet: Jika ini hakikatnya / Aku serahkan jiwa dan ragaku / Menantimu walau sengsara / Jika ini ketentuannya / Jika ini hakikatnya / Aku serahkan jiwa dan raga / Jika ini ketentuannya / Kaukan jadi milikku jua.
Lagu Jiwa Lagu Cinta (duet dgn Mawi) [dengar]
Lagu oleh M. Nasir
Lirik oleh Loloq
© 2005 Luncai Emas Sdn. Bhd.
Lagu asal dari album Mawi - Yang Tercinta (2005 Maestro Records )
Mawi: Menyanyi kerana gembira / Menyanyi kerana sedih / Menyanyi kerana rindu / Aduh siapa dapat membaca / Hatiku saat ini / M.Nasir: Menari kerana melayan / Menari kerana sunyi / Menari kerana kasih / Ada di depan masih juga tak mengerti / Mawi: Gerangan apa buat ku kemari / Dalam temasya ku memencil diri / M.Nasir: Darilah jauh asyik memandangya / Duet: Sekalipun dia masih tak perasan / Ku disini / Oh.. lagu jiwa / Mawi: Bukan lagu mengadu nasibku / Duet: Lagu cinta / Mawi: Bukan lagu meratap hidupku / Duet: Hanya nak menyatakan / Tuah dan untung badan / Di uji hebat cinta sehebat begini / Hebat begini |